oleh

Dituding Ada Kepentingan Dalam Lelang Jabatan di Pemprov Jabar, Begini Jawaban Ridwan Kamil

BandungKita.id, BANDUNG – Tudingan terkait adanya kepentingan tertentu dalam seleksi pengisian jabatan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar, ditampik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia mengatakan, Pemprov Jabar melakukan seleksi secara netral untuk medapatakan SDM yang mumpuni sesuai kebutuhan.

“Tidak ada kepentingan apapaun, kan ini jelas-jelas dilelang. Kalau tidak dilelang baru itu ada titipan, ini kan seleksi terbuka, independen, panelisinya independen, sesuai yang kita butuhkan saja. Nanti biasanya menyisakan 3 besar yang terbaik,” ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (4/1/2018).

Meski begitu ia menyebut, setelah ada tiga nama terbaik untuk calon kepala dinas tertentu baru akan dilakukan diskresi atau otoritas pengambilan keputusan oleh pemerintah (Gubernur) untuk mengatasi sebuah persoalan.

“Kalau sudah ada 3 terbaik, nanti baru diskresi. Beda kalau ada yang rangkingnya 8 tapi maksa-maksa (ingin dipilih jadi kepala dinas), baru itu mungkin ada titipan,” ujarnya.

BACA JUGA :

Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan seleksi tersebut terbuka secara umum baik itu warga Jawa Barat bahkan Indonesai juga Kota Bandung.

“Jangan dikait-kaitkan lah, seleksi ini terbuka bagi semua baik itu orang Bandung, Sumedang, Garut, bahwa kalau pun ada dari Bandung itu kan hak, silahkan saja kalau orangnya mumpuni,” ujarnya.

Meski begitu, ditanya soal mengapa tidak menggunakan SDM yang sudah ada, Emil menyebut seberapa mampu SDM yang tersedia untuk menjalankan visi misi Jawa Barat saat ini. Jangan sampai memaksakan dan program jadi tidak maksimal.

“Dia (SDM yang ada) bisa bersaing tidak dengan visi misi gubernur, jangan sampai memaksakan harus dari (SDM) Pemprov sendiri, terus kemajuan pembangunan dikorbankan. Justru harusnya pertanyakan balik kepada yang bertanya, kenapa kayak keberatan (dengan lelang ini) jangan-jangan anda yang ada kepentingan,” jelasnya. (TRH/BandungKita.id)

Komentar