by

Usai Stop Layanan, RSUD Cikalongwetan KBB Kembali Buka Layanan BPJS Dengan Syarat Ini dari Kemenkes

BandungKita.id, KBB – Sempat menghentikan kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan menyetop layanan untuk pasien BPJS, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali membuka layanan untuk para pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan.

Dibukanya kembali layanan untuk pasien BPJS di rumah sakit milik Pemkab Bandung Barat tersebut dilakukan setelah pihak RSUD Cikalongwetan membuat surat pernyataan yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan. Surat tersebut berisi pernyataan pihak RSUD untuk mengurus proses akreditasi rumah sakit yang menjadi penyebab dihentikannya kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Abdullah Putra itu, pihak RSUD Cikalongwetan menyatakan berkomitmen untuk melaksanakan akreditasi sesuai petunjuk Kemenkes RI.

Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Abdullah menyatakan saat ini RSUD Cikalongwetan telah melakukan bimbingan akreditasi pada Februari dan Maret 2018 lalu. Selanjutnya, RSUD Cikalongwetan juga akan melakukan bimbingan Akreditasi SNARS pada Januari ini dan melakukan survey simulasi Akreditasi SNARS.

“RSUD Cikalongwetan belum melakukan akreditasi hingga batas waktu 31 Desember dikarenakan belum adanya anggaran untuk melakukan akreditasi KARS dari Dinas Kesehatan KBB,” ujar Ridwan dalam surat yang dikirimkan ke Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes.

BACA JUGA :

Wakil Direktur RSUD Cikalongwetan, Harry Suseno menambahkan penghentikan kerjasama RSUD Cikalongwetan dengan pihak BPJS Kesehatan itu karena BPJS menjalankan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

“Aturannya, kalau mau kerjasama dengan BPJS harus udah diakreditasi. Masalahnya kita kan belum. Lalu, Menteri Kesehatan merekomendasikan ke BPJS Cimahi untuk memutuskan kerjasama dengan kita karena dianggap belum akredutasi,” jelas Harry saat ditemui BandungKita.id, di ruangannya, Jumat, (4/1/2019).

Diketahui dari data yang diperoleh BandungKita.id, terdapat 551 dari 616 rumah sakit yang diperpanjang kerjasmanya dengan BPJS. Untuk Kabupaten Bandung Barat tercatat ada dua Rumah sakit yang diberhentikan kerjasamanya yakni RSUD Cikalongwetan dan Rumah Sakit IMC Cimareme Padalarang.

Harry mengaku dirinya langsung membuat surat pengajuan ke Menteri Kesehatan agar RSUD Cikalongwetan bisa bekerjasama dengan BPJS dan kembali melayani pasien BPJS.

“Kita buru-buru mengeluarkan surat komitmen ke Kemenkes. Membuat surat komitmen bahwa kita sedang proses akreditasi,” ujarnya.

Dari surat yang dikirim pihak RSUD, kata dia, Kemenkes langsung merekomendasikan kembali BPJS untuk kembali bekerjasama dengan RSUD Cikalongwetan namun dengan syarat proses akreditasi dijalankan.

“Kebetulan hari ini mulai kerjasama lagi. Tadi pagi aja udah ada beberapa pasien menggunakan kartu BPJS-nya dan kita layani,” tutur Harry.

Meski layanan untuk pasien BPJS sudah kembali dibuka, diakuinya, pasien yang datang ke RSUD Cikalongwetan menurun drastis sebagai dampak dari penghentikan layanan BPJS beberapa hari lalu.

Harry mengaku sudah kembali melakukan sosialisasi terkait dibukanya lagi layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Hanya saja, kemungkinan banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

“Biasanya sehari pasien BPJS yang datang sekitar 80 sampe 100 pasien. Sedangkan jika jumlah pasien yang datang sama pasien umum sehari biasanya 130 sampai 140-an. Mungkin belum semua tahu. Kita barus ebar info ini di gru–grup WA,” ungkap Harry.

Sebelumnya diberitakan BandungKita.id, ribuan pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan tak akan lagi mendapatkan layanan BPJS. Pasalnya, BPJS Kesehatan resmi menghentikan kerjasama dengan sejumlah rumah sakit di wilayah KBB terhitung sejak 2 Januari 2019.

Penghentian kerjasama BPJS Kesehatan dengan sejumlah rumah sakit itu menyusul keluarnya Permenkes No 99 Tahun 2015 tertanggal 30 Desember 2018. Surat tersebut berisi perihal perpanjangan kerja sama rumah sakit dengan BPJS.

Berdasarkan aturan tersebut, BPJS Kesehatan resmi menghentikan kerjasama dengan sejumlah rumah sakit termasuk dua rumah sakit di KBB terhitung mulai 2 Januari 2019. Padahal di sisi lain, pemerintah mewajibkan semua orang menjadi peserta BPJS.(BGS/ZEN/BandungKita.id)

Comment