oleh

Sebelum Diperiksa KPK, Aher Jelaskan Alasan Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK

BandungKita.id, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, Ahmad Heryawan (Aher) akhirnya datang memenuhi panggilan KPK, sebagai saksi kasus suap perizinan proyek Meikarta, Rabu (9/1/2018). Sebelum diperiksa, Aher mengklarifikasi perihal tak memenuhi dua panggilan KPK kepada awak media.

“Ada dua surat yang dilayangkan kepada saya. Pertama tanggal 18 Desember (2018), tapi surat tersebut antara alamat surat dan yang dituju berbeda. Jadi amplop suratnya ditujukan ke saya, tapi isi suratnya bukan untuk saya,” kata Heryawan, saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (9/1/2018).

Karena ada kesalahan tersebut, Aher memutuskan mengembalikan surat tersebut tanggal 19 Desember 2018.

Kedua, kata dia, ada miskomunikasi antara KPK dan dirinya terkait pengiriman surat panggilan kedua. Menurutnya, surat kedua masih diantarkan ke alamat rumah dinasnya saat menjabat Gubernur Jawa Barat. Padahal, ia sudah tak tinggal di sana.

“Sehingga proses pengantaran dari rumah gubernur ke rumah saya ada hambatan. Sampai kemarin saya belum menerima surat tersebut. Oleh karena itu saya tidak datang karena belum menerima surat,” ujar dia.

Aher juga memutuskan menghubungi pihak KPK melalui layanan Call Center 198. Ia dihubungkan ke penyidik terkait dan menyanggupi untuk memenuhi panggilan hari ini.

Aher tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.50 WIB didampingi sejumlah stafnya. Ditanya terkait kasus proyek Meikarta yang dianggap telah bermasalah sejak awal, Aher enggan berkomentar banyak. Ia berjanji akan berkomentar secara rinci usai menjalani pemeriksaan. “Nanti, ya, nanti,” kata Aher.***(RES/BandungKita)

Komentar