by

Bawaslu Catat Ada Ratusan Tabloid Indonesia Barokah Tersebar di Bandung Barat

BandungKita.id, NGAMPRAH – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat mencatat ada ratusan lebih Tabloid Indonesia Barokah tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah KBB.

“Jumlah tabloidnya per hari kemarin sudah sampai ratusan. Di (Kecamatan) Gunung Halu saja, sudah sekitar 500 sampai 600an,” kata Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha, kepada BandungKita.id, Jumat (25/1/2019).

Bawaslu KBB mendata, penyebaran tabloid tersebut ada di Kecamatan Gunung Halu, Rongga, Lembang dan Parongpong.

“Tabloid itu tersebar di Kecamatan Gunung Halu, Rongga, Lembang Parongpong dan beberapa wilayah lain. Tapi kelihatannya persebarannya tidak semua merata,” ungkapnya.

Baca Juga: Fadli Zon Minta Polisi Tangkap Penyebar Tabloid Indonesia Barokah

Cecep mengatakan dirinya belum bisa menyebutkan jumlah pastinya, karena total tabloid semakin hari, semakin bertambah jumlahnya.

“Jadi sekarang masih tahapan menginventarisir. Jumlah keseluruhannya belum terlihat berapa banyaknya yang jelas sudah ratusan,” kata Cecep.

Terkait konten, Cecep mengaku dirinya belum mengetahui lebih jelasnya. Pendataan yang dilakukan, diakuinya melalui pengecekan ke kantor pos di KBB.

“Kita belum bisa memastikan juga apakah ini termasuk dugaan pelanggaran atau bukan. Karena terkait konten juga kita belum lihat,” tuturnya.

Baca juga: Beredar Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Jabar Dinilai Lelet Tangani Kampanye Hitam

Dia menduga persebaran tabloid tersebut lebih difokuskan ke pesantren dan masjid dengan pengiriman yang misterius melalui kantor pos.

“Dikirim melalui pos dengan alamat redaksi di Bekasi. Jadi, kantor pos langsung ngirim ke pesantren tanpa sepengetahuan pesantren atau masjid yang menerima kiriman tabloid itu,” papar Cecep.

Cecep memperkirakan pihaknya akan selesai melakukan pendataan pada Senin depan. “Secepatnya kita rilis juga datanya. Mudah-mudahan Senin sudah beres,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua MUI KBB, Ridwan mengaku dirinya tidak tau soal tabloid tersebut. Meskipun begitu, dirinya mengaku siap jika dilibatkan dalam pengkajian konten tabloid.

“Kalo masalah konten agama, MUI siap-siap aja buat mengkajinya. Tapi kalo urusan politik, mending tanya Bawaslu aja,” ujarnya saat dihubungi BandungKita.id.***(BGS/BandungKita)

Comment