oleh

Kepala BNN: Narkoba Terus Menyasar Usia Produktif di Jabar

BandungKita.id, BANDUNG – Persebaran narkoba di Jawa Barat terbilang masih masif. Bahkan persebaranya menjangkau lingkungan pendidikan, terutama kampus.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Sufyan Syarif mengatakan masyarakat kampus yang mayoritas usia produktif seringkali dijadikan lahan empuk transaksi barang haram oleh para pengedar.

“Warga kampus itu usia muda, usia produktif, makanya jadi sasaran dari para pera pengedar,” katanya di deklarasi kampus anti narkoba di Universitas Sangga Buana, Rabu (6/2/2019).

Lebih lanjut Sufyan menjelaskan, sarana yang digunakan para pengedar untuk memasarkan narkoba adalah melalui media sosial. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi BNN agar terus melakukan pencegahan dan penindakan.

“Mereka (pengedar) masif, kita juga masif (mencegah) secara bersama-sama dengan semua komponen masyarakat, semua usia dengan pola masing-masing” kata Sufyan.

Bahkan secara kalkulasi berdasarkan data BBN Jawa Barat, Sufyan menyebut dari 48 juta penduduk Jawa Barat, 20 juta nya berusia produktif.

“Kita punya tugas khusus untuk yang 20 juta orang usia produktif itu supaya tidak terpengaruh menggunakan narkotika, tentu usia non produktif juga perlu tetap diawasi,” ungkpanya.

Mahasiswa berusia produktif, kata Sufyan, penting juga memahami aturan yang disepakati bersama kampus menjaga agar terhindar dari dampak narkoba.

“Pentingnya satu wadah, aturan, norma di lingkungan kampus, yang di terjemahkan secara teknis oleh rektor kampus masing-masing,” lanjutnya

Hal itu penting dilakukan, lantaran mencegah dan menangani dampak narkoba tidak bisa hanya dilakukan satu pihak.

“Banyak yang keluar masuk (penjara) karena setelah disembuhkan make lagi, yang ingin coba-coba juga mencapai 60%,  20% sering, 10% lebih dari sering atau tahap kecanduan,”

Menanggapi itu, Rektor USB Asep Effendi menyebut, secara prinsip semua kampus memiliki tanggung jawab penuh menjaga mahasiswa agar tidak terpengaruh narkoba dengan cara apapun.

“Bagi kami, isu narkoba di kampus sangat penting diawasi dan diatasi, karenanya bukan tidak mungkin kami mewajibkan es narkoba untuk semua mahasiswa,” tandasnya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Komentar