by

Akses Utama Korban Banjir Bandang Rusak Parah, Warga Minta Pemda Perbaikan Jalan

BandungKita.id, GARUT –  Jalan sepanjang 10 kilometer menuju rumah tapak korban banjir bandang rusak parah. Padahal akses ke rumah tapak merupakan jalan kabupaten.

Saepudin (32), salah seorang warga mengaku jika jalan tersebut sudah lama dibiarkan rusak. Padahal jalan di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan itu jadi akses utama warga.

“Apalagi sekarang jalan ini juga dipakai warga yang relokasi. Harusnya pemerintah bisa segera membenahi jalan ini,” ucap Saepudin, warga Kampung Pananggungan, Kelurahan Lengkong Jaya, Selasa (12/2).

Bukan hanya rusak, akses jalan pun hanya cukup untuk satu mobil. Jika ada mobil saling berpapasan, akan sangat menyulitkan.

“Jangan sama mobil dulu. Kalau papasan sama motor juga suka susah. Yang bawa motor harus ngalah dulu ke pinggir,” katanya.

Warga pun sudah berkali-kali meminta pemerintah untuk segera memperbaiki jalan. Selain jalan, warga juga berharap ada penerangan menuju pemukiman warga.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Garut, Uu Saepudin, mengatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Jalan yang akan mendapat bantuan dari anggaran Pemprov Jabar itu tak bisa dilaksanakan tahun ini.

“Rencananya tahun ini. Sudah masuk pembahasan. Tapi akhirnya malah hilang. Akan diusulkan lagi di anggaran 2020,” ujar Uu.

Jalan yang rusak tersebut sepanjang enam sampai 10 kilometer. Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Garut Kota dan Karangpawitan.

Bukan hanya jalan, Pemkab Garut juga tengah merencanakan relokasi 20 rumah di Kampung Pananggungan yang berada di bantaran Sungai Cimanuk. Uu menuturkan, rumah-rumah tersebut berada di daerag rawan bencana.

“Sudah kami usulkan. Ada 20 yang akan direlokasi. Kalau Sungai Cimanuk sedang tinggi, air bisa mendekati rumah warga. Padahal jarak dari sungai ke rumah warga jika debit normal cukup jauh,” ucapnya.

“Nantinya rumah-rumah yang direlokasi ini akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau,” ujarnya. (M Nur el Badhi/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment