by

Tito Karnavian Pastikan Isu Tenaga Kerja Asing di Morowali, Hoaks

BandungKita.id, BANDUNG – Beredarnya isu serbuan tenaga kerja asing di sejumlah perusahaan di Morowali, Sulawesi Tengah, dibantah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Tito Karnavian.

Tito memaparkan, beberapa waktu lalu dia dan jajaranya mengecek langsung kondisi dilapangan. Hasilnya, hanya sepuluh persen ternaga asing dari seluruh jumlah pekerja.

“Saya ke Morowali dua hari yang lalu bersama Mentrakertrans, mengecek langsung apakah benar ada serbuan tenaga kerja asing dan tentara asal Tiongkok disana, ternyata tidak ada,” ungkap Jendral Polisi Tito Karnavian di Mapolda Jabar, Jumat (15/2/2019).

Tito menjelaskan, disejumlah pabrik Nikel yang disidak hanya ada sekitar tiga ribu karyawan asing dari keseluruhan pekerja yang mencapai 32 ribu orang.

“Pekerja asing itu hanya 10 persen, bertugas sebagai operator mesin-mesin besar, mereka juga mengajarkan pekerja asal Indonesia bahkan ada politeknik bagi calon pekerja disana,” ujarnya.

Bahkan, kata Tito, tidak hanya penduduk asal Sulawesi Tengah yang bekerja disana namun ada juga dari luar pulau seperti Jawa dan Sumatera. “Disana ada juga pekerja asal Bogor, Bandung, bahkan yang sekota dengan saya ada, yakni Palembang,” ujarnya

Tito mengakui, saat sidak dilakukan, ia juga menanyakan soal isu larangan solat dan larangan berhijab bagi perempuan muslim. “Saya tanya langsung ke pekerja disana. apakah dilarang sembahyang, dilarang berjilbab, mereka jawab tidak, semuanya bebas menjalankan ibadah,” ujar Tito.

Tak hanya itu, fasilitas kebutuhan lain diperusahaan tersebut juga terpenuhi dengan baik salah satunya ruang makan yang lengkap serta jatah makan pekerja tiga kali dalam satu hari. Meski begitu, Tito menyebut investor perusahan nikel yang akan digunakan untuk batrai lithium tersebut memang milik warga Tiongkok.

“Itu kan urusannya investasi untuk menopang ekonomi negara. yang pasti manfaat postifnya lebih besar,” ujar mantan Kapolda Papua periode 2012-2014 tersebut.

Kemanan senior di perusahaan tersebut kata Tito merupakan anggota Polri juga TNI. Sehingga ketika ada hal yang mencurigakan akan mudah terdeteksi.

“Salah satu senior manager security nya ada dari Polri, dia cerita ke saya bahwa kabar yang viral tersebut tidak terjadi,” kata Tito.

Untuk diketahui, kabar adanya serbuan pekerja dan tentara asing ke morowali sempat viral melalui sosial media beberapa waktu lalu. Karenanya Tito mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mencerna informasi.

“Ternyata itu hoax, tersiar di medsos, masyarakat harap berhati-hati dan budayakan klarifikasi saat ada sebuah berita terutana yang bersifat kintroversial,” pungkas pria kelahiran Palembang yang juga sempat mengepalai Densus 88 Anti Teror tersebut. (Tito Rohmatulloh/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment