Menkomdigi Meutya Hafid: Di Era Kecepatan, Akurasi Tetap Harga Mati bagi Jurnalis

Pemerintahan12403 Views

JAKARTA, BandungKita.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memberikan pesan kuat bagi seluruh insan pers di tanah air. Di tengah gempuran informasi yang serba cepat dan seringkali tidak terverifikasi, jurnalis disebut sebagai benteng terakhir penjaga kebenaran.


Hal tersebut ditegaskan Meutya dalam momen Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026. Menurutnya, tantangan terbesar media saat ini adalah menjaga integritas di tengah tekanan kecepatan produksi berita.

Kecepatan vs Akurasi

Meutya menyadari bahwa saat ini masyarakat hidup di era di mana informasi datang bertubi-tubi. Namun, kecepatan tersebut sering kali mengorbankan proses verifikasi yang ketat.


“Ini era di mana informasi sangat cepat dan sangat banyak, serta banyak yang belum melalui verifikasi yang baik karena orang berkejar-kejaran dengan waktu,” ujar Meutya dalam keterangannya.

Menjaga Nilai Berita

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar insan pers tidak terjebak dalam pusaran “asal cepat”. Baginya, nilai dan manfaat berita bagi publik harus tetap menjadi prioritas utama.


Poin penting yang ditekankan Menkomdigi:

  • Akurasi di Atas Segalanya: Kecepatan di era digital tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan ketepatan data.
  • Peran Kunci Jurnalis: Menjadi filter di tengah arus informasi yang belum terverifikasi.
  • Kemanfaatan Publik: Berita harus memberikan dampak positif dan nilai edukasi bagi masyarakat.
    “Di era digital, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi,” pungkasnya tegas.

Editor: Redaksi BandungKita.id
Sumber: Antara

Comment