oleh

Dinilai Mengeksploitasi Hewan, Aktivis Tolak Atraksi Lumba-lumba di Garut, Begini Katanya

BandungKita.id, GARUT – Dianggap hanya mengeksploitasi satwa yang dilindungi, pertunjukan sirkus lumba-lumba yang digelar di dekat salah satu swalayan di Garut mendapat penolakan dari Klub Konservasi Garut, Kadaka.

“Kami menganggap kegiatan ini hanya mengeksploitasi hewan mamalia tersebut (Lumba – lumba, red),” kata Ketua Kadaka, Tata, saat dihubungi, Sabtu (30/3/2019).

Menurutnya, pedoman etika peragaan satwa di dalam atau di luar unit lembaga konservasi (LK) harus memperhatikan beberapa poin. Pertama, penyampaian pesan-pesan konservasi dan atau pendidikan mengenai satwa tersebut.

Kedua, perilaku alaminya dan tanpa perlakuan kasar yang menyebabkan satwa sakit atau cedera, serta dengan menjamin kesehatan, keamanan satwa dan manusia. Ketiga, perlakuan yang tidak merendahkan atau meremehkan martabat satwa dalam segala segi.

“Pada atraksi teresebut, kami menyoroti atraksi-atraksi yang menyimpang dan merendahkan martabat satwa. Misalnya seperti ketika lumba-lumba diminta mencium dan berfoto dengan pengunjung, memasukan bola dalam keranjang ataupun bertepuk tangan yang dianggap tidak sesuai degan perilaku alamiah satwa tersebut,” kata Tata.

Baca juga: Terjadi Lagi, Warga Tenggelam Saat Memancing Ikan di Waduk Cirata, Jasad Belum Ditemukan

Hewan lumba-lumba, lanjut Tata, sebenarnya bukan untuk dipertunjukan layaknya sirkus. Karena hewan tersebut memiliki habitatnya sendiri.

“Seharusnya pemerintah sadar jika sirkus tersebut adalah bentuk penyiksaan dan eksploitasi pada mamalia tersebut. Dalam sirkus lumba-lumba tersebut sudah jelas menyalahi aturan karena lima prinsip kesejahteraan hewan atau kita sebut five freedoms,” tambahnya.

Lima prinsip kebebasan hewan diantaranya, bebas dari rasa haus dan lapar (freedom from hunger and thirst), bebas dari rasa ketidak nyamanan atau penyiksaan fisik (freedom from discomfort), bebas dari rasa sakit, cedera dan penyakit (freedom from pain, injury and disease), bebas untuk mengekspresikan perilaku alamiah (freedom to express normal behaviour), bebas dari ketakutan dan rasa tertekan (freedom from fear and distress).

Baca juga: Seorang Ibu di Purwakarta Nekat Kubur Bayi Hidup-hidup, Begini Pengakuan Suami

Sebagai informasi, atraksi yang menampilkan sirkus lumba-lumba tengah berlangsung di Garut. Sejumlah baligo terpampang di sejumlah titik untuk memasarkan acara tersebut. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar