by

Khawatir Kembali Runtuh, Seorang Warga di Sekitar Pasar Leles Garut Mengungsi

BandungKita.id, GARUT – Sejumlah warga di Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut diresahkan bangunan pasar yang sempat rubuh pada Minggu (5/4/2019) lalu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Kampung Pasar Wetan, Asep (45). Reruntuhan bangunan tersebut, kata Asep dikhawatirkan menimpa rumah warga.

“Ya saya kalau lihat kondisi kayak gini mah takut bangunan pasar runtuh apalagi kondisinya di atas sudah ada yang roboh,” katanya, Sabtu (13/4/2019).

Beberapa hari yang lalu juga, sambung Asep, ada material bangunan yang menimpa rumah. Sehingga yang berada disekitar bangunan itu semakin khawatir. Mengingat bangunan bisa roboh sewaktu-waktu

“Kalau kayak gini mah saya juga takut roboh, ketika roboh suaranya sangat keras dan membuat warga sangat ketakutan” katanya.

Disekitar bangunan itu ada empat rumah, dan batas antara rumah dan bangunan pasar hanya 1 meter. Bahkan, kata Asep ada salah satu warga yang sudah mengungsi dari rumahnya yang dekat dengan bangunan.

BACA JUGA:

Temuan Surat Suara Tercoblos Di Malaysia, Aktivis 98 Cium Ada Rekayasa

 

Tunjuk LBH GP Ansor Terkait Kasus Soal USBN, Banser: Tak Ada Kata Maaf

 

“Atas nama Bu Iim yang sudah mengungsi karena punya penyakit jantung,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah bisa menyelesaikan bangunan pasar Leles karena sudah sangat meresahkan warga sekitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Leles tersebut ambruk pada Minggu petang (7/4/2019). Camat Leles, Asep Suhendar, mengatakan bahwa ambruknya beton Pasar Leles yang belum selesai ini karena bigisting atau penahan beton dibongkar pemborong.

“Dapat laporan, beton peyangga pasar Leles Minggu Sore mengalami ambruk,” ucap Acep Suhendar, saat ditemui BandungKita.id di Gedung Pendopo Garut, Senin (5/4/2019) lalu.

Pekerjaan sendiri memang kata Asep, belum selesai. Pembangunan baru sampai pada tahap rangka beton.

Untuk atap pun belum dicor. Namun papan dan besi untuk penahan begisting kabarnya sudah dibongkar oleh pemborong.

Sementara itu, hingga kini belum ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah setempat. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment