oleh

Jelang Arus Mudik, Sejumlah PJU di Jalur Alternatif KBB Masih Padam

BandungKita.id, NGAMPRAH – Jelang arus mudik lebaran, sejumlah penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan Kabupaten Bandung Barat masih minim. Hal tersebut menjadi keluhan pengendara dan warga setempat.

Ade Sofyan (47), salah satu warga Kampung Cijamil, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah mengeluhkan padamnya PJU yang terpasang di ruas jalan Ciloa arah timur tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bamdung Barat.

Jalur tersebut merupakan jalur alternatif dari Padalarang menuju Lembang atau sebaliknya.

“Ada setahun mah. Sampai sekarang belum ada penanganan oleh pemerintah,” ungkapnya saat di temui BandungKita.id, Rabu (22/5/2019) sore.

Ade mengatakan, penerangan tersebut padam akibat ada angin besar yang melanda daerah tersebut hingga kabel terputus pada tahun lalu.

“Kalau malam gelap pisan. Kabel lampu PJU yang putus gak tahu kemana sekarang,” sebutnya.

BACA JUGA:

Blak-blakan Hengky Kurniawan (Bagian-2) : Ban Serep, Janji Kampanye dan Matahari Kembar

 

Duka Warga Kampung Cicapeu Cililin di Pelupuk Mata yang Berkaca-kaca

 

Jalanan yang minim penerangan tersebut, dikhawatirkan terjadi tindak kriminal dan hal lain yang tak diinginkan.

Sementara itu, Edi Kusnadi (63) warga Desa Cilame mengaku di wilayah tersebut tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan.

“Di sini kan perempatan. Jangankan rambu-rambu, penerangan jalan aja masih redup. Jadi memang gak kelihatan kalau ini perempatan,” kata Edi.

Dia berharap, PJU yang rusak segera diperbaiki sebab menurutnya, penerangan sangat dibutuhkan di wilayahnya agar terhindar dari hal yang tak diinginkan.

“Ini kan jalannya nurun. Kalau dari arah Lembang memang pada ngebut-ngebut. Jadi sangat bahaya kalau penerangan gak lekas diperbaiki,” sebutnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Komentar