oleh

Catatan Mudik 2019 : Penumpang Meningkat, Kasus Kejahatan dan Masalah Kesadaran Berlalu Lintas

BandungKita.id, BANDUNG – Polda Jabar mencatat jumlah penumpang arus mudik dan balik selama operasi pengamanan lebaran atau Operasi Ketupat Lodaya mengalami lonjakan, jika dibanding tahun lalu.

Kenaikan jumlah penumpang untuk arus mudik mencapai 377,602 persen, sedangkan penumpang arus balik mengalami kenaikan sebesar 989 persen.

Baca juga:

Penerangan Jalan di Jalur Mudik Jabar Selatan Perlu Dievaluasi

 

“Baik penumpang arus mudik maupun arus balik tahun ini juga sama-sama naik. Untuk penumpang arus mudik sebanyak 541.623 penumpang, atau naik 377,602% dibanding tahun lalu, yang hanya 143.806 pemudik saja.” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko melalui siaran resmi, yang diterima BandungKita, Rabu (12/6/2019).

Adapun jumlah pemudik balik tahun ini mencapai 1.226.413 jiwa. Sedangkan tahun lalu, hanya sebanyak 124.005 jiwa saja.

Polda Jabar mengklaim jumlah kejahatan selama operasi pengamanan lebaran atau Operasi Ketupat Lodaya 2019 dinyatakan menurun.

“Operasi ketupat lodaya ini, di gelar 13 hari yah, jika dibandingkan dengan 13 hari sebelum Operasi Ketupat Lodaya, jumlah kejahatannya menurun, dari 474 kasus jadi 170 kasus,” kata Truno.

Baca juga:

Palak Sopir Bus di Jalur Mudik, Dua Pemuda di Malangbong Garut Diamankan Polisi

 

Operasi Ketupat Lodaya, Kata Truno dilaksanakan sejak 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2019. Berdasarkan indeks 7 jenis kejahatan atau Crieme Indeks yang meliputi curat, curas, curanmor, pembunuhan, curas senpi, aniaya dan tawuran juga mengalami penuruan.

“Jika dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun lalu, berdasakan crime indeks juga mengalami penurunan, dari 91 kasus menjadi 67 kasus, atau turun sebesar 26 persen dari tahun 2018,” ujar Truno.

Meski begitu, menurutnya kesadaran berlalu lintas masyarakat belum membaik. Terbukti dari jumlah pelanggar lalu lintas yang mengalami kenaikan mencapai 77 persen. Tahun 2018, pelanggar lalu lintas hanya sebesar 3.480 kasus, namun tahun ini melonjak menjadi 6.782 kasus atau bertambah sekitar 77 persen.

“Meski begitu, alhamdulilah angka kecelakaaan turun. Sekarang Lakalantas hanya ada 32 kejadian atau turun sekitar 36 persen,” tuturnya.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Restu Sauqi

Komentar