by

Bambang Soesatyo Sebut Golkar Kurang Diminati Kaum Milenial

BandungKita.id, NASIONAL – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mewacanakan sejumlah gagasan pembaruan organisasi Partai Golkar. Salah satu gagasan Bambang diantaranya adalah mengakomodasi lebih banyak kalangan muda dan pembatasan masa jabatan ketua umum.

Dalam hal kader-kader muda, Bamsoet, sapaan akrabnya mengaku menerima usulan agar lebih separuh sumber daya manusia (SDM) partai itu diisi kalangan muda, dari pusat hingga daerah. Dia mengusulkan tak tanggung-tanggung, yakni hingga 70 persen atau nyaris tiga perempat.

“Mereka menginginkan Partai Golkar ke depan diisi dengan anak-anak muda, sekitar 60 atau 70 persen untuk antisipasi tantangan,” kata Bambang di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari viva.

Mengenai masa jabatan ketua umum, dia menginginkan tetap lima tahun tetapi mesti dibatasi cukup satu periode saja.

“Ketua umum Golkar seyogianya hanya satu periode,” ujarnya. Alasannya, demi percepatan regenerasi. Sebab, kata dia, sebuah partai harus diperbaharui setiap lima tahun.

BACA JUGA :

KPK Tangkap Politisi Partai Golkar yang Juga Anggota DPR RI, Diduga Terkait Kasus Ini

 

PKS: Kami Tak Akan Meninggalkan Pak Prabowo dan Siap Menjadi Penyeimbang Demokrasi

 

Dalam kesempatan sebelumnya di Jakarta, Bamsoet, sapaannya, menyampaikan catatan evaluasinya tentang capaian Partai Golkar dalam Pemilu 2019 yang minim dukungan kalangan muda atau milenial. Karena itulah, menurutnya, raihan suara Golkar kurang maksimal meski tetap dalam posisi tiga besar.

Golkar, katanya, harus bertransformasi dengan memberikan tempat yang luas bagi kaum muda, termasuk menjadikan Golkar identik dengan partai muda. “Partai Golkar kurang diminati dan disukai oleh kaum milenial, di mana dukungan anak-anak muda milenial kurang dari 20 persen,” tuturnya.

Jika Golkar hendak menggaet kalangan muda, partai itu harus menjadi bagian dari dinamika kaum milenial, bukan melulu mengurusi permasalahan masyarakat secara umum, apalagi sebatas kalangan tua.

Dia mengakui, Partai Golkar masih jadul alias kuno, kurang kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi informasi. Laman resmi Partai Golkar, misalnya, sepi pengunjung dan media sosialnya kurang diminati, padahal sarana informasi itu lah yang kini paling efektif menyasar kalangan muda.

Kalangan muda harus merombak tatanan Golkar yang jadul dengan tatanan baru yang modern dan progresif. Dia mengklaim sanggup meraih peningkatan suara Golkar pada Pemilu 2024 dengan itu.

“Jika Bung Karno mengatakan, berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Maka saya juga ingin mengatakan, berikan aku sepuluh milenial, niscaya akan kumenangkan Golkar pada Pemilu 2024,” katanya.(M Zezen Zainal M)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment