Pemkab Garut Periksa Kesehatan Hewan Kurban

GarutKita, JabarKita1064 Views

BandungKita.id, GARUT – Tim kesehatan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut memeriksa kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan. Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan hewan kurban yang masih belum cukup umur.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan ke penjual hewan kurban di Kelurahan Margawati. Petugas memeriksa bagian gigi dan tubuh hewan yang akan dijadikan hewan kurban.

Kabid Keswan Kesmavet Diskanak Garut, Diah menuturkan, kesehatan hewan kurban harus diperhatikan. Hal itu untuk menghindari adanya penularan penyakit zoonosis kepada manusia.

“Selain periksa fisik hewan, kami juga periksa surat keterangan sehat hewan kurban. Kebanyakan sapi yang dijual di Garut ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ucap Diah, Rabu (31/7/2019).

Baca juga:

Dibangunkan Jembatan, Akses Antara Kecamatan Cibiuk dan Cibatu Kini Lebih Aman

 

Diah mengaku, penjual hewan kurban masih terkendala umur sapi yang belum cukup umur. Ia menyebut banyak sapi yang berbadan besar namun belum mencukupi umur untuk menjadi hewan kurban.

“Dengan inseminasi, buat sapi yang belum cukup umur jadi punya badan besar. Padahal kan untuk kurban harus sesuai syariat Islam,” katanya.

Diah menambahkan, penjualan hewan kurban yang belum cukup umur sekitar 30 persen. Pihaknya pun mengingatkan agar para penjual bisa jujur dalam menjual hewan kurban yanh sesuai syariat Islam.

“Kami menjamin hewan kurban sehat. Ketika sudah penyembelihan dan jadi daging harus aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Harga Hewan Kurban Naik

Sementara itu, penjual hewan kurban di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota menyebut harga sapi pada tahun ini mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan populasi sapi di Kabupaten Garut yang berkurang menjadi salah satu penyebabnya.

Yeti (37), salah seorang penjual mengaku kesulitan untuk mendapatkan sapi. Ia biasanya mendapat sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akibatnya, banyak sapi yang dikirim belum mencukupi umur.

“Katanya kemarin sudah cukup umur. Jadi dikirim ke sini. Tapi ternyata hampir 70 persen belum cukup umur,” kata Yeti, Rabu (31/7/2019).

Baca juga:

Hari Raya Iduladha : Ini Ciri Hewan Kurban yang Sehat

 

Meski belum cukup umur, Yeti menyebut tetap akan menjual sapi. Hasil pemeriksaan Dinas Perikanan dan Peternakan sudah menetapkan sapi yang dijualnya dalam kondisi sehat.

Pardi (63), penjual hewan lainnya menuturkan kenaikan harga sapi berkisar dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Per ekornya, Pardi menjual sapi mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 26 juta.

“Pasokan sih tidak terlalu sulit. Cuma harganya mahal. Populasi sapinya berkurang jadi berdampak ke harga,” ucap Pardi.

Menjelang Iduladha, Pardi telah menjual 80 ekor sapi. Ia memperkirakan, masih bisa menjual sapi hingga 20 ekor karena masih banyak yang mencari sapi.

“Target sih bisa sampai 100 ekor. Sampai hari lebaran kurban nanti biasanya masih ada yang cari,” ujarnya.***(M Nur el Badhi)

Comment