by

Kenali Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin

BandungKita.id, TIPS – Sebelum mengonsumsi makanan, ada baiknya kita kenali dulu ciri-ciri makanan yang mengandung bahan pengawet formalin.

Formalin merupakan senyawa berbahaya yang mengandung sekitar 37 persen formaldehid. Kandungan itu biasanya digunakan untuk membunuh hama, pengawet mayat, bahan difinfektan dalam industri plastik, dan sebagainya.

Sayangnya pengawet ini seringkali dipakai untuk mengawetkan makanan seperti bakso, ayam, ikan, mie dan sebagainya. Untuk itu kita perlu berhati-hati sebelum makanan tersebut masuk ke perut kita, apa saja ciri-cirinya? simak ulasan berikut ini.

1. Ikan asin

 

(net)

 

Tidak semua ikan berwarna cerah itu bagus, seperti halnya ikan asin. Warna ikan asin yang layak kamu beli biasanya cenderung berwarna pucat. Ikan asin yang mengandung formalin warnanya akan tampak bersih, cerah, dan tidak berbau.

Selain itu, ikan asin akan tahan lama hingga sebulan pada suhu kamar. Hal terpenting, perhatikan ikan asinnya apakah dihinggapi lalat atau tidak. Jika tidak dihinggapi lalat, sudah dapat dipastikan ada kandungan formalin atau bahan pemutih.

2. Bakso

(net)

Ciri khas bakso berkualitas biasanya bersih dan tidak kusam. Bakso yang mengandung formalin akan memiliki bau yang menyengat. Parahnya lagi, tekstur bakso akan kenyal dan kembali ke bentuk semula saat digigit.

Abu-abu segar adalah warna bakso yang aman, sedangkan yang mengandung bahan berbahaya akan tampak lebih putih. Selain itu, bakso yang mengandung formalin tidak akan lengket meski sudah dibiarkan berhari-hari.

BACA JUGA:

5 Tips Menjaga Kesehatan Agar Tidak Gampang Tertular Penyakit

 

3. Ikan segar

(net)

Ikan yang sehat dan segar bisa kamu perhatikan dari bola matanya. Matanya akan tampak cerah, putih, dan bening. Untuk lebih meyakinkan, insang ikan segar akan berwarna merah, berbau segar, dan tertutup lendir bening.

Lalu, bagaimana dengan ikan yang mengandung formalin? Bau amis pada ikan tidak akan tercium, insang ikan akan berwarna merah tua dan tidak cerah.

4. Mi basah

(net)

Menurut pakar gizi, Titik Sekarindah dari RS Pertamina mengungkapkan bahwa mi instan dan mi basah sama-sama kurang menyehatkan. Keduanya mengalami proses berkali-kali, sehingga mudah diserap sekaligus meningkatkan kadar gula darah. Sudah kurang sehat, lalu bercampur dengan formalin, duh!

Mi basah yang sudah tercampur formalin tampak mengkilat, bertahan lebih dari 15 hari pada suhu kamar, dan mie tidak akan lengket.

5. Tahu

(net)

Inilah salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia, karena harganya yang murah. Maka dari itu, banyak pedagang nakal yang berbuat curang untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi. Umumnya, tahu berbahan dasar air dan protein tinggi, makanya tidak mudah bertahan lama.

Tahu yang mengandung formalin akan tahan lama, teksturnya keras, kenyal, tapi tidak padat, dan baunya agak menyengat. Masih ragu-ragu?

Jatuhkan saja dari ketinggian setengah meter, jika tidak hancur, artinya tahu mengandung formalin. Jika kamu tusuk dengan jari, tahu akan terasa keras dan kenyal.

BACA JUGA:

Makan Daging Kambing Bikin Tensi Darah Naik? Ini Faktanya

 

6. Ayam potong

(net)

Selain tahu, ayam juga populer sebagai lauk maupun camilan. Ayam yang mengandung bahan pengawet terlihat lebih putih bersih, tidak mudah busuk, dan teksturnya kencang.

Ayam sehat dan aman biasanya kulitnya masih tampak segar, lembut, pori kulitnya licin, serta kakinya tidak memar. Dari segi dagingnya, pilihlah yang kesat, tidak berair, dan harus elastis jika ditekan jari.

7. Gula merah

(net)

Siapa sangka bumbu bahan dapur juga ada yang mengandung bahan pengawet, seperti gula merah. Gula merah yang mengandung formalin biasanya berwarna lebih terang, bentuknya padat, dan kering. Biasanya gula merah cenderung gelap, agak meleleh, dan lembek.

Jika kamu terbiasa makanan berformalin, dampaknya bisa iritasi parah, mata berair, gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, menstruasi, dan memicu kanker. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Sumber: IDN Times

Comment