Kasus Aparat Terbakar di Cianjur, HMI Minta Publik Tak Termakan Hoaks

HMI Jabar Minta Polisi Jangan Ragu Usut Kasus Aparat Terbakar Dicianjur

BandungKita.id. BANDUNG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat meminta aparat kepolisian untuk menghukum seberat-beratnya pelaku tindakan di anti kemanusiaan pada aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan tertulis, Ketua Umum HMI Jawa Barat, Choirul Anam Gumilar mengatakan melihat fakta-fakta dan perkembangan di lapangan pasca aksi kemarin.

Pihaknya meminta oknum atau provokator pelempar bensin pada aksi Cipayung yang mengakibatkan seorang polisi terbakar untuk ditindak tegas, sesuai prosedur hukum yang berlaku.

BACA JUGA:

Plh Sekda Jabar: Empat Syarat Baru Pengajuan Diklat bagi ASN

 

“Melakukan pembinaan terhadap oknum kepolisian yang juga terlibat dalam pemukulan terhadap masa aksi Cipayung plus,” ucap Anam, dalam keterangan tertulis yang diterima BandungKita, Jumat (16/8).

Choirul menegaskan pelaku pelemparan atau penyiraman bensin tersebut bukan merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia mengimbau publik tidak tertipu oleh pemberitaan yang keliru demi menjaga kondusifitas.

“Mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak termakan isu hoax yang dapat merugikan satu sama lain. Dan bijak dalam menilai dan bersikap,” ucapnya.

BACA JUGA:

Amerika Harus Tanggung Jawab Atas Konflik di Papua

 

Meski begitu pihaknya mengakui, ada tiga mahasiswa yang saat ini merupakan anggota HMI dan masih ditahan oleh aparat kepolisian setempat.

“Kami beserta jajaran PB HMI dan MD KAHMI Cianjur akan melakukan pengawalan sesuai prosedur, terhadap Tiga kader HMI Cabang Cianjur yang hari ini masih di tahan,” katanya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment