Bandungkita.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengklaim asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sampai ke negara lain. Karenanya, belum ada keluhan dari negara tetangga.
“Sementara ini belum ada protes dari negara lain karena belum ada yang namanya asap yang keluar ke perbatasan,” tutur Wiranto usai Rapat Koordinasi Khusus Karhutla di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (21/8).
Wiranto menuturkan Indonesia saat ini tengah berupaya mengatasi karhutla yang melanda sejumlah wilayah. Sebagai paru-paru dunia, ia menyebut Indonesia harus mampu menjaga predikat itu agar tidak dianggap sebagai negara yang gagal.
“Mudah-mudahan tidak ada sehingga tidak menjadi protes negara lain,” ucapnya.
Wiranto lalu menjelaskan bahwa titik api karhutla tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Data satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebut ada 2.257 titik panas dan satelit TERRA mencatat sebanyak 4.574 titik panas.
Baca juga:
Kebakaran Gunung Guntur : Antara Mitos, Perambahan Hutan dan Agresivitas Penambang Pasir
“Walaupun memang didukung dengan kondisi El Nino. Sekarang kondisi El Nino dalam keadaan lemah maka kekeringan menjadi lebih kering lagi. Tetapi ini bukan jadi alasan kita untuk menekan karhutla,” ujarnya.
Wiranto menyampaikan bahwa penyebab karhutla adalah manusia. Merujuk dari laporan tim pemantau, ia menyebut warga sengaja membakar lahan untuk membuka lahan pertanian jelang musim hujan.
“Dengan demikian rapat tadi mencoba melihat kondisi sekarang ini bagaimana, apakah kesiapan kita, prosedur, pasukan pemadamnya, kelengkapan sarananya, termasuk pesawat untuk water bombing, anggota personel, peralatan yang lain, penegakan hukumnya bagaimana, kita bahas bersama,” ujar Wiranto.***
Sumber : CNN Indonesia





Comment