by

Woow! Setahun AKUR, Jumlah Pengangguran di KBB Diklaim Turun Drastis : Ini yang Dilakukan

BandungKita.id, KBB – Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung Barat (KBB), diklaim terus menurun setiap tahunnya. Bahkan penurunan signifikan terjadi dalam dua tahun terakhir yakni 2018 dan 2019 ini atau setelah Aa Umbara Sutisna dan Hengky Kurniawan (AKUR) dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati KBB 20 September 2018 lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin mengatakan berdasarkan data Disnakertrans KBB yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), kata Iing, angka pengangguran di KBB menurun drastis dari 8,50 persen menjadi hanya tersisa 7 persen.

Sebagai gambaran, dijelaskan Iing, berdasarkan data Disnakertrans KBB, pengangguran terbuka di KBB pada 2017 lalu berjumlah sebesar 69.110 orang. Sedangkan, selama 2018 atau setelah Bupati Aa Umbara-Hengky Kurniawan menjabat Bupati dan Wakil Bupati KBB, angka pengangguran menurun drastis menjadi 63.535 orang.

“Alhamdulillah angka pengangguran di KBB dalam dua tahun terakhir terus menurun. Tahun 2019 ini pun turun drastis dibanding angka 2018. Tapi angka pastinya yang tahun ini baru keluar dari BPS pada Oktober 2019 mendatang,” ujar Iing kepada BandungKita.id, Senin (23/9/2019).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Iing Solihin (foto:istimewa)

 

Iing mengungkapkan terus menurunnya angka pengangguran di KBB tak terlepas dari kerjasama dan sinergi sejumlah SKPD di Pemkab Bandung Barat. Dukungan penuh Pemkab Bandung Barat dan kalangan dunia usaha juga turut memudahkan Disnakertrans KBB merealisasikan target menurunkan angka pengangguran tersebut.

Sejak 2018, berbagai program pengurangan angka pengangguran telah dirancang Disnakertrans KBB. Program-program itu dimulai dengan pembuatan database program penurunan pengangguran hingga tiag tahun ke depan melalui program Skill Development Centre (SDC).

Bahkan program SDC atau Pusat Pengembangan Keahlian milik Disnakertrans KBB ini dijadikan pilot project atau percontohan nasional oleh pemerintah pusat sejak 2017 lalu.

“Kepercayaan pemerintah pusat terhadap KBB sudah sedemikian besarnya karena adanya program SDC ini. Bahkan program SDC di KBB ini menjadi satu-satunya di Indonesia dan didukung penuh termasuk pembiayaannya oleh pemerintah pusat,” ungkap Iing.

BACA JUGA :

Jadi Pilot Project Nasional Pengurangan Angka Pengangguran, Disnakertrans KBB Siapkan Terobosan Berupa Aplikasi Pencari Kerja : Apa Saja Kelebihannya?

 

 

 

Ribuan Pelamar Serbu Jobfair KBB

 

 

Program SDC adalah sebuah program terpadu yang bertujuan untuk mengatasi atau mengurangi masalah pengangguran yang menjadi salah satu masalah besar semua daerah di Indonesia.

Melalui program ini semua daerah dituntut bagaimana meningkatkan daya saing tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran melalui peningkatan partisipasi angkatan kerja dengan konsep pendekatan kerja sama yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Seperti dunia usaha, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan kerja.

“Selanjutkan kami melakukan MoU dengan Bappenas, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta kalangan dunia usaha untuk mengembangkan program SDC tersebut,” ujar Iing.

KBB dipilih pemerintah pusat sebagai pilot project Program Skill Development Centre (SDC). Program ini menjadi satu-satunya di Indonesia dan diharapkan dapat diikuti oleh kabupaten/kota lain di Indonesia (foto:istimewa)

 

Tak hanya itu, setelah mendapat dukungan penuh dari sejumlah kementerian, Disnakertrans KBB juga menggandeng sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di wilayah Bandung dan Jawa Barat diantaranya BLK Cikole Lembang, BLK Gatsu Bandung, BBPP Bekasi dan Dirjen Perluasan Penempatan Kerja.

Para calon pekerja atau angkatan kerja asal KBB selanjutnya digodok di BLK-BLK tersebut. Mereka dilatih dan ditingkatkan skill dan keahliannya agar memiliki daya saing lebih dibanding tenaga kerja dari daerah lain.

“Untuk memudahkan para pencari kerja di KBB, insya Allah ke depan kami sedang menyiapkan aplikasi khusus untuk pencari kerja. Aplikasi itu akan mempertemukan pencari kerja dan perusahaan penyedia,” ungkap Iing.

Ilustrasi para calon tenaga kerja mendatangi job fair untuk mencari lowongan pekerjaan (foto:istimewa)

 

Warga KBB yang masuk angkatan kerja atau usia produktif, sambung Iing, juga digodok dalam program wirausaha baru. Program wirausaha baru itu efektif untuk membentuk anak-anak muda bermental wirausaha dan diharapkan dapat membuka usaha secara mandiri.

Selain itu, dengan menggandeng dunia usaha atau perusahaan-perusahaan di KBB, Disnakertrans KBB secara rutin menggelar kegiatan bursa kerja atau job fair yang menyediakan ribuan lowongan setiap evennya. Yang terbaru, kata Iing, awal September lalu Disnakertrans KBB menggelar job fair di HBS Cimareme.

“Hasilnya alhamdulillah sebanyak 3.290 orang warga KBB terserap melalui sektor industri selama dua tahun ini. Sedangkan yang terserap oleh sektor Padat Karya mencapai 1.022 orang dan terserap oleh program wirausaha baru sekitar 4.711 orang,” beber Iing.

BACA JUGA :

Setahun Aa Umbara-Hengky, Apa Saja yang Sudah Dilakukan? Ini Penilaian Warga KBB

 

 

Cegah Pemberangkatan TKI Ilegal ke Luar Negeri, Ini yang Dilakukan Disnakertrans KBB

 

Di samping yang sudah dilakukan selama satu tahun ini, ujar dia, Disnakertrans KBB juga memiliki sejumlah rencana program diantaranya menindaklanjuti 6.459 lowongan pekerjaan yang ditawarkan berbagai perusahaan supaya dapat terserap dan diisi oleh warga KBB tahun ini.

“Kami juga punya program kembali melatih calon wirausaha baru sebanyak 1.088 orang. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia untuk membiayai program mengurangi angka pengangguran ini,” tambahnya.

Seluruh program tersebut, ujar dia, selain bertujuan untuk merealisasikan visi misi AKUR, program Disnakertrans KBB juga selaras dengan program pemerintahan Jokowi terutama dalam upaya membangun SDM unggul untuk Indonesia maju.

Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditunjuk menjadi pilot project Program Skill Development Center (SDC) atau Pusat Pengembangan Keahlian oleh pemerintah pusat. Program ini efektif untuk mengurangi angka pengangguran secara signifikan. (capture/BandungKita.id)

 

Pada 2020 mendatang, kata Iing, pihaknya memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat untuk membangun Balai Latihan Kerja di wilayah KBB. Hanya saja, kata dia, lahan yang dibutuhkan untuk bangunan untuk melatih para calon tenaga kerja tersebut belum tersedia.

“Insya Allah nanti bangunnya enggak pakai APBD KBB. Jadi enggak membebankan APBD kita. Mudah-mudahan kita segera dapat lahannya,” ujar Iing.

Status Disnakertrans KBB yang saat ini hanya tipe C, lanjut dia, rencananya pada 2020 akan ditingkatkan menjadi dinas tipe A sesuai arahan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Terlebih, kata Iing, Disnakertrans KBB sudah memenuhi persyaratan untuk naik status.

“Indikatornya kenapa Disnakertrans KBB harus menjadi tipe A yaitu karena di KBB ini jumlah perusahaan dan pekerjanya sangat banyak. Tercatat ada 831 perusahaan dan 81.471 pekerja di KBB. Selain itu resistensi konflik antara pekerja dan pengusaha masih cukup tinggi sehingga kita harus segera menjadi tipe A. Itu sudah jadi kebutuhan,” ungkapnya. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment