by

Wabup Hengky Kurniawan Dukung Polda Jabar Bongkar Tuntas Kasus “TKK Siluman” di Pemkab Bandung Barat

BandungKita.id, KBB – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hengky Kurniawan mengaku sedih dan prihatin terkait penangkapan seorang pejabat di Pemkab Bandung Barat yang diduga terlibat kasus korupsi pengadaan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab Bandung Barat, beberapa hari lalu.

Namun Hengky mengaku sangat mendukung aparat penegak hukum (APH) khususnya Polda Jabar untuk membongkar tuntas kasus jual beli kursi TKK di lingkungan Pemkab Bandung Barat tersebut. Pasalnya, kata Hengky, banyak sekali masyarakat yang menjadi korban oknum pejabat yang terlibat kasus jual beli atau pemerasan kasus TKK tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi aparat penegak hukum yang telah mengungkap kasus TKK ini. Tapi jangan berhenti sampai di sini. Mungkin masih banyak korban lainnya, tapi tidak berani melaporkan,” ujar Hengky saat dihubungi BandungKita.id melalui ponselnya, Selasa (17/12/2019).

Ia berharap penangkapan terhadap oknum pejabat KBB yang merekrut TKK menjadi momentum bagi para korban yang diperas para oknum di Pemkab Bandung Barat untuk melapor kepada pihak berwajib. Terlebih, kata Hengky, berdasarkan informasi yang diperolehnya uang yang diminta para oknum kepada para calon TKK lumayan besar.

 

BACA JUGA :

Seorang Pejabat Dispusip KBB Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi TKK

 

 

LIPUTAN KHUSUS : Ribuan Pegawai “Siluman” Pemkab Bandung Barat, Uang Mahar Puluhan Juta, dan Kebingungan SKPD

 

 

Berdasarkan penelusuran BandungKita.id pun, sejumlah TKK mengaku diminta membayar uang tunai minimal Rp 20 juta hingga Rp 40 juta agar mereka bisa bekerja di Pemkab Bandung Barat. Bahkan bila nominal itu dikalikan ribuan TKK yang dimintai uang, nominal yang terkumpul bisa mencapai miliaran rupiah.

“Saya juga mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dan tidak tergiur bila diiming-imingi jadi TKK tapi harus membayar sekian puluh juta. Bahkan ada yang diminta sampai Rp 40 juta. Lebih baik uang segitu dipakai usaha atau bisnis dari pada masuk jadi TKK,” beber Hengky.

Ia menyarankan masyarakat yang ingin bekerja dapat memulainya dengan proses yang baik dan halal. Jangan pernah sakalipun tergiur iming-iming bekerja namun harus membayar puluhan juta apalagi bila harus memberikan “uang pelicin” alias menyogok.

Bukti transaksi berupa kwitansi yang bertuliskan sejumlah uang yang disetorkan pegawai TKK kepada salah seorang oknum perekrut pegawai ‘siluman’ di lingkungan Pemkab Bandung Barat (M ZEZEN ZAINAL/ BandungKita.id)

 

“Mungkin ada juga pihak-pihak yang ingin bekerja dengan cara membayar. Itu salah. Saya mengajak mari memulai sesuatu dengan yang baik. Kalau mau cari kerja, yuk cari kerja dengan cara yang baik. Jangan sampai seperti itu (menyogok). Jangan mudah tergiur,” tambah Wabup KBB berparas ganteng itu.

Lebih lanjut Hengky juga mengungkapkan fakta-fakta baru terkait kasus jual beli kursi TKK di Pemkab Bandung Barat.

Hengky mengaku pernah beberapa kali mendapat “curhat” dari sejumlah ASN yang menyatakan bahwa ada oknum pejabat maupun oknum di lingkaran pejabat yang memasukkan TKK dan bawahannya tidak kuasa menolak permintaan atasannya tersebut.

Info Grafis Pegawai ‘Siluman’ di Pemda KBB (divisi creative BandungKita.id)

 

Hal tersebut, kata dia, diharapkan menjadi pintu masuk bagi APH untuk mendalami lebih jauh kasus tindak pidana korupsi pemerasan TKK tersebut, misalnya dengan memanggil pejabat dinas tertentu yang banyak laporan dari bawahannya sendiri.

“Banyak TKK yang tidak digaji enam sampai tujuh bulan. Mereka tidak sampai tergaji karena tidak dianggarkan. Tapi kok mereka bisa bekerja di situ? Itu tugas APH untuk mendalaminya. Jangan berhenti sampai di sini. Bongkar tuntas semuanya saja, saya sangat mendukung upaya APH mengungkap kasus TKK ini,” tegas Hengky.

 

BACA JUGA :

LIPUTAN KHUSUS Bag 2 : Ironi Pegawai ‘Siluman’ Bandung Barat, Zombie dan Gaya ‘Cuci Tangan’ Badan Kepegawaian

 

 

LIPUTAN KHUSUS Bag-3 : Pengacuhan UU ASN, Politik Balas Budi dan Dugaan Keterlibatan Orang Dekat Bupati KBB

 

 

LIPUTAN KHUSUS Bag-4 : Tudingan Keterlibatan Orang Dekat Bupati, Respon Aa Umbara dan Kegusaran Hengky Kurniawan Soal APBD Jebol

 

 

Saking banyaknya “TKK siluman” akibat dimasukkan oleh oknum-oknum tertentu, diakui Hengky, hal tersebut sangat membebani APBD KBB. Pasalnya, sebagian dana APBD habis terkuras untuk membayar gaji ASN dan juga TKK di Pemkab Bandung Barat.

“Saya berharap APBD kita (KBB) harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk menyejahterakan masyarakat. Bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana masyarakat KBB bisa sejahtera, bagaimana KBB bisa maju. Semoga kasus kemarin tidak terulang dan jadi pelajaran buat semuanya,” harap Hengky. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment