by

PSBB KBB Dinilai Gagal, KNPI : “Tunjuk Saja Pengganti Ketua Harian Gugus Tugas Kalau Dianggap Tidak Maksimal”

Jumlah Warga KBB Terinfeksi Covid-19 Malah Bertambah

BandungKita.id, KBB – Ketua KNPI Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lili Supriatna, menilai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di KBB gagal. Indikatornya, kata Lili, sangat jelas yakni jumlah penderita positif Covid-19 di KBB malah bertambah.

Menurut Lili, hasil pelaksanaan PSBB di KBB berbanding terbalik dengan hasil PSBB di Kota Bandung. Pemkot Bandung menilai pelaksanaan PSBB Kota Bandung berhasil. Salah satu ukurannya yakni menurunnya angka reproduksi Coronavorus Diseases 2019 (Covid-19).

Di Kota Bandung, kata Lili, Pemkot Bandung melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah melakukan pembubaran kerumunan massa sebanyak 2.595 kali, termasuk memberikan 60.748 kali teguran kepada pengguna jalan selama pelaksanaan PSBB.

“Di Kota Bandung, Ketua Harian Gugus Tugas bekerja. Terbukti mampu memberikan teguran keras sampai membubarkan kerumunan sebanyak 2.595 kali dan teguran sebanyak 60.748 kali loh. Di kita (KBB) mana? Lihat saja di jalan, orang masih berkerumun kok seolah dibiarkan,” tutur Lili memberikan contoh. 

“Di Bandung Barat PSBB gagal dilaksanakan, lihat saja trennya terus naik kok,” tambahnya.

Lili menyebut Ketua Harian Gugus Tugas telah gagal melaksanakan tugasnya dalam mengintegrasikan program dari setiap dinas untuk menangani perluasan wabah Covid-19.

“Jelas ini dikarenakan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 tidak mampu mengintegrasikan program dari setiap dinas dalam penanganan masalah ini,” jelas Lili.

Baca Juga:

Hari Ke-14 PSBB, Wali Kota Bandung Apresiasi Petugas di Cek Poin yang Bisa Mengidentifikasi Pemudik

PSBB Kota Bandung Berakhir, PSBB Jawa Barat Mulai : Catat Waktunya

Marak Pelanggaran Selama PSBB, Ridwan Kamil Minta Oded Evaluasi Masih Bukanya Perkantoran di Kota Bandung

Hari Pertama PSBB di Kota Bandung, Polisi Keluarkan Ratusan Blanko Teguran

Media Tidak Bisa Update Karena Tidak Ada Media Center di Pemda KBB

Sebagai gambaran, hasil pelaksanaan PSBB di Kota Bandung memunculkan banyak data dan fakta yang dicatat tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Bandung. Diantaranya yakni petugas cek poin Gerbang Tol telah memutarbalik sebanyak 4.553 sepeda motor dan 622 kendaraan roda empat. Selain itu ada 68 travel umum, 34 angkutan umum, dan 846 angkutan barang. 


“Artinya cek poin yang digelar Kota Bandung efektif, jelas datanya dikeluarkan dan mudah kawan-kawan media dapatkan. Tapi sampai saat ini Ketua Harian Gugus Tugas KBB belum juga mempersiapkan media center untuk melakukan press realease. Jadi memudahkan media untuk mendapatkan data. Masa iya untuk menanyakan hal terkait covid kawan-kawan media tercecer ke dinas-dinas terkait,” ujar Lili dengan nada kesal.

Anggaran Rp 224 miliar Tidak Terlihat Outputnya

Alokasi anggaran penanganan Covid-19 di KBB yang mencapai Rp 224,4 miliar, menurut Lili, seperti tidak terlihat progresnya. Lili menyebut penanganan Covid-19 di Bandung Barat seperti berjalan tanpa koordinasi.

Padahal ada jalur kewenangan dan komando yang dimiliki Ketua Harian Gugus Tugas dan itu tidak dimaksimalkan. “Dimana saya bisa melihatnya, anggaran 224 miliar itu kemana saja, coba dipetakan. Kasihan masyarakat,” tambahnya.

Namun demikian, Lili meminta bupati selaku Ketua Gugus Tugas untuk mengevaluasi kinerja Ketua Harian Gugus Tugas yang diemban oleh Sekda KBB, Asep Sodikin.

“Selaku Ketua Gugus Tugas, Bupati punya hak prerogratif. Tunjuk saja pengganti Ketua Harian kalau dianggap tidak maksimal atau diambil alih langsung oleh bupati. Jangan sampai menunggu dulu jatuh korban, karena saat ini masyarakat hidup di bawah bayang-bayang wabah,” tegasnya.(Dona Hermawan/Bandungkita.id)

Editor: Dhomz

Comment