by

Denny Siregar Sebut Santri Calon Teroris, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

BandungKita.id, TASIKMALAYA – Belum lama ini jagat media sosial Indonesia dihebohkan dengan postingan Denny Siregar. Denny menulis status di Facebook pada 27 Juni 2020.

Dalam status itu, ia menulis status berjudul “ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG” dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Foto yang diunggah Denny belakangan diketahui merupakan foto santri Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya. Foto itu diambil ketika para santri mengaji saat ada aksi damai 313 di depan Masjid Istiqlal Jakarta pada 2017.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum juga ikut berkomentar mengenai kasus Denny Siregar. Ia menilai, para santri yang benar-benar belajar ilmu agama di pondok pesantren tak akan melakukan gerakan yang merugikan banyak orang, apalagi menjadi teroris.

Ia tak sependapat dengan cap yang diberikan oleh Denny Siregar.

BACA JUGA :

Gempa 6,1 SR Melanda Jepara Pagi ini, Getaran Terasa Sampai Jawa Barat

Ulama dan Santri Berperan Besar Wujudkan Kemerdekaan RI

Sebanyak 389 Santri Ikuti MTQ ke 45 Kabupaten Bandung

“Saya mengutuk teroris. Tapi tidak sependapat kalau santri dianggap sebagai calon teroris,” kata lelaki yang menyandang gelar panglima santri itu, di Kota Tasikmalaya seperti dikutip BandungKita.id dari Humas Pemprov Jabar.

Ia mendukung masyarakat untuk melaporkan kasus itu. Ia juga meminta masyarakat terus mengawal kasus itu agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil juga ikut angkat bicara perihal kasus Denny Siregar yang dinilai melakukan ujaran kebencian kepada santri dan pesantren di Tasikmalaya. Menurut dia, hidup itu harus sesuai syariat dan aturan yang berlaku.

Ia menjelaskan, ketika ada yang terbukti melanggar hukum, maka orang itu harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku. Tak hanya itu, orang itu juga harus bertanggung jawab secara sosial.

“Barang siapa yang melanggar aturan syariat hukum ya harus bertanggung jawab, baik secara sosial maupun hukum. Saya kira hidup harus adil,” kata dia saat ditanya mengenai kasus itu di Kabupaten Tasikmalaya.(*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment