by

Persib Tersandung Masalah Gaji, Latihan Jadi Tertunda

BandungKita.id, PERSIB – Persib Bandung sampai saat ini belum memulai latihan bersama untuk menyongsong kelanjutan Liga 1 pada bulan Oktober 2020.

Sebelumnya, Persib berencana menggelar latihan bersama pada 6 Juli 2020 (pekan ini-red).

Persoalan kalkulasi gaji yang tak jelas jadi penyebab Persib belum memulai latihan lagi, demikian diterangkan pelatih Persib, Robert Alberts, dikutip BandungKita.id di kanal Youtube pribadinya, Robert Rene Alberts, 10 Juli 2020.

Robert mengatakan, awalnya ia mengira nilai gaji yang diterima skuad Persib akan kembali normal di bulan Juli.

Hal itu mengingat Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/48/III/2020 pada 27 Maret 2020, mengatur besar gaji 25 persen dari total keseluruhan untuk para pemain hanya berlaku selama bulan April, Mei, dan Juni.

BACA JUGA :

Stadion GBLA Siap Digunakan, Yana: Persib Harus Izin Dulu

Kisah Pemain Muda Persib : Sempat Tak Punya Ongkos untuk ke Bandung, Kini Masuk Jajaran Pemain Andalan Persib

Pemain Persib Jalani Tes Proaktif COVID-19 Usai Lawan PSS Sleman

“Tapi, saat kami kembali di bulan Juli, PSSI mengirimkan surat baru yang memaksa klub melanjutkan gaji sebesar 25 persen untuk bulan Juli dan Agustus,” kata Robert.

Belum diketahui surat PSSI mana yang Robert maksud. Yang jelas, dalam Surat Keputusan terbaru PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa, termaktub pertauran yang menerangkan besar gaji pemain Liga 1 dibayarkan maksimal 50 persen.

“Kita satu-satunya negara di dunia yang memotong gaji pemain secara drastis sebesar 75 persen,” ungkap Robert.

“Jika Anda lihat bagaimana kompetisi di negara-negara lain, mereka tidak akan setuju dipotong gajinya sebesar 75 persen,” imbuhnya.

Robert mengakui masih sangat banyak kebingungan dari surat terbaru PSSI itu.

“Kami juga tidak ingin berspekulasi, kami akan mencari klarifikasi ke PSSI, terutama soal hitungan gaji. Sebelum kita mulai ke tahap selanjutnya (latihan-red),” paparnya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment