by

Kisah Pemain Muda Persib : Sempat Tak Punya Ongkos untuk ke Bandung, Kini Masuk Jajaran Pemain Andalan Persib

BandungKita.id, PERSIB – Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Man jadda wajada. Jika bersungguh-sungguh, maka akan berhasil. Pepatah tersebut tampaknya sangat pas untuk menggambarkan perjuangan pemain muda Persib yang satu ini.

Mario Jardel, salah seorang penggawa Persib merupakan contoh nyata bahwa keterbatasan bukan halangan untuk mewujudkan mimpi. Berasal dari keluarga tidak mampu, Jardel membuktikan bahwa kerja keras dan kedisiplinan dapat mengantarkannya meraih mimpinya menjadi pesepakbola profesional.

Pemain berusia 19 tahun itu mengaku sangat bersyukur dirinya bisa bergabung dengan Persib, tim impiannya sejak kecil. Selain bersyukur kepada Sang Pencipta, Jardel mengaku tak akan melupakan dukungan penuh keluarganya.

Meski berangkat dari keluarga tidak berada, pemain asal Bogor itu mengaku mendapat dukungan penuh orangtua dan keluarganya demi mewujudkan cita-citanya sebagai pesepakbola profesional.

Perjuangan Jardel untuk meniti karirnya sebagai pesepakbola muda tidak dilalui dengan mudah. Meski keluarganya tak memiliki uang, Jardel yang memiliki bakat sepakbola didukung penuh untuk berlatih di SSB di kota kelahirannya.

Kerja keras dan pengorbanan keluarga, terutama sang ayah, diakui Jardel membuatnya mampu bertahan dalam merintis karier sepakbola. Walau memiliki banyak keterbatasan, semangat pemain nomor punggung 66 ini tidak pernah padam.

Bakat besarnya kemudian terendus saat Jardel menginjak usia remaja setelah tim pemandu bakat Persib menemukan talenta luar biasa Jardel sebagai bek. Ia kemudian ditawari bergabung Diklat Persib.

BACA JUGA :

Ini Dia Rahasia Performa Luar Biasa Bek Kiri Persib Ardi Idrus

Robert Alberts Siapkan Materi Latihan Baru bagi Para Pemain Persib

Ini yang Dilakukan Gelandang Persib Omid Nazari Ketika Liga 1 Dihentikan

Liga 1 Berhenti Sementara, Ini yang Dilakukan Febri Hariyadi di Tengah Pandemi Corona

Selain senang, ia mengaku sempat bingung saat ditawari bergabung dengan Diklat Persib. Pasalnya, saat hendak berangkat ke Bandung, Jardel mengaku tidak memiliki uang sama sekali untuk sekedar ongkos dan bekal.

“Saat keterima dan akan bergabung dengan Diklat Persib juga tidak ada ongkos untuk ke Bandung. Bapak terpaksa banting tulang kerja, dan juga pinjam uang supaya saya tetap bisa berangkat ke Bandung. Saya percaya, jika kita sungguh-sungguh, kerja keras, pasti akan ada jalan,” kata Jardel seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (18/4/2020).

Setelah bergabung dengan Diklat Persib, Jardel harus mengatasi beragam tantangan yang tentunya semakin berat. Bukan hanya bersaing dengan rekan satu tim, ia pun harus hidup mandiri jauh dari orang tua.

Pemain kelahiran 7 November 2000 itu pun harus belajar bagaimana mengatur pengeluaran sebaik dan menjaga tanggung jawab yang diberikan klub. Setelah berada di tim senior, Jardel merasa tantangannya kini semakin besar. Ia pun berharap dapat segera membalas kebaikan dan mewudkan impian keluarganya.

“Sekarang bersama Persib senior. Tantangan baru pastinya, dan kerja keras tetap. Termasuk tidak boleh merasa puas dengan hasil ini, karena perjalanan masih panjang. Saya berharap sedikitnya bisa membalas kebaikan keluarga dengan berhasil menjadi pesepakbola profesional,” ucapnya.

Kini Jardel merupakan salah satu penggawa muda yang menghiasi skuat Persib di Liga 1 2020. Ia berhasil promosi dari Diklat Persib bersama Beckham Putra Nugraha dan pemain muda lainnya.

Jardel Incar Pemain Inti

Jardel berharap mendapat kembali kesempatan dari pelatih Robert Alberts. Dia sempat mendapat kesempatan pada laga pramusim Liga 1 2020. Jardel tak mau menyerah untuk mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi resmi.

Pemain bernomor punggung 66 ini menegaskan dirinya siap untuk terus bekerja keras. Ia bertekad mendapat perhatian pelatih dengan menunjukkan motivasi yang kuat dan kerja keras di lapangan terutama ketika latihan.

Apalagi, kesempatan tampil musim ini terbuka buat semua pemain. Seperti halnya Beckham Putra Nugraha sebagai pemain muda yang sudah mendapat kesempatan bermain di Liga 1 2020.

“Memang belum ada lagi kesempatan. Tapi saya punya motivasi dan kerja keras untuk mendapatkannya lagi. Modal saya motivasi dan kerja keras. Setiap latihan akan selalu berjuang maksimal, termasuk saat datang kesempatan main,” tutur Jardel.

Diakuinya, bergabung dengan tim senior dibutuhkan tekad yang kuat untuk dapat bersaing. Seperti saat tampil bersama tim di Diklat Persib, pemain asal Bogor ini pun harus berusaha keras guna mendapatkan kesempatan main, hingga akhirnya bisa meraih gelar juara bersama PERSIB U-19 pada 2018 silam.

“Selain terus belajar kepada senior-senior, saya hanya membulatkan tekad maksimal dalam berbagai kesempatan. Modal saya yang terbesar saat ini adalah semangat ingin menunjukan yang terbaik yang saya miliki untuk tim,” tegas Jardel.(M Zezen Zainal M/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment