by

Bagaimana Cara UMKM Bertahan di Tengah Pandemi? Begini Tips Ahli Ekonomi

BandungKita.id, TIPS – Agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19, Ekonom senior dan pendiri Center of Reform on Economics CORE Indonesia Hendri Saparini membagikan tipsnya.

Dia menjelaskan agar bisnis para pelaku UMKM sebaiknya melihat peluang dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. “Karenaa UMKM karakteristiknya fleksibel, idealnya mereka bisa memindahkan bisnisnnya dari A ke B, dari B ke C, dengan terus melihat peluang,” katanya seperti dilansir dari Tempo, Jumat, 21 Agustus 2020.

Dia mengatakan, akan terus ada tekanan akibat pandemi Covid-19 ini, maka pelaku UMKM harus berinovasi mencari peluang dan berpindah dari satu bisnis ke bisnis lainnya. “Sangat memungkinkan untuk UMKM tertentu,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Pemerintah Luncurkan “DigiKu” Dorong UMKM Masuki Ekosistem Digital di Tengah Pandemi

Kini Pelaku UMKM di Jabar Tak Perlu Bingung Pasarkan Produk, Ini Solusi Dekranasda

Begini Cara Go-Jek Dorong UMKM Bandung Kembangkan Usaha

Salut! Banjir Order Hingga 2024, Sepeda Lipat “Kreuz” Serap Banyak Tenaga Kerja

UMKM dalam situasi ini mau tidak mau mengalihkan usahanya untuk peluang yang lain. Hendri memberi contoh para pedagang yang biasa menjajakan pakaian.

Oleh sebab itu, agar para UMKM terbantu, Hendri menjelaskan akan sangat bijak jika pemerintah dapat menganggarkan ratusan triliun rupiah anggarannya demi dapat menyerap produk mereka. “Pemerintah bisa mendata produk apa saja yang bisa dipenuhi UMKM atau perusahaan dalam negeri,” jelasnya.

Selain itu, Hendri pun menyarankan agar pemerintah menggandeng pelaku UMKM, misalnya kala hendak memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Dengan demikian dampak pengganda dari kebijakan pemerintah pun akan menjadi lebih besar.

“Ini yang akan menjadikan UMKM jauh lebih cepat dalam menyerap lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah,” pungkasnya.

Pasalnya, Survei Bank Indonesia yang dipublikasikan Juni lalu menyebut sebanyak 72 persen pelaku UMKM mengalami penurunan penjualan hingga masalah permodalan. Walhasil, sektor yang paling terkena dampak pandemi adalah UMKM.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99 persen dari total unit usaha di dalam negeri yaitu 64 juta unit usaha. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment