by

Rencana PTM Terbatas di KBB, SMPN 3 Ngamprah: 80 Persen Guru di Kami Sudah Divaksin

-KBB, Pendidikan-181 Views

BandungKita.id, KBB – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB Asep Dendih mengatakan, pihaknya secepatnya akan melakukan simulasi (PTM).

“Kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, baik yang ada di Pemda Bandung Barat maupun di masing-masing wilayah,” katanya kepada BandungKita.id, Rabu (2/6/2021).

Ia menyebut, pelaksanaan PTM tersebut tersebut akan langsung dilaksanakan usai menyelesaikan administrasi serta berdasarkan kesiapan sekolah masing-masing.

“Setelah semuanya siap, PTM terbatas akan dilaksanakan minggu depan, paling lambat pasca ujian sekolah dengan melakukan simulasi terlebih dahulu di beberapa sekolah,” ujarnya.

“Jadi tinggal kesiapan administrasi, seperti SOP dari Disdik sendiri, termasuk juga kesiapsiagaan di sekolah masing-masing,” sambungnya.

Tak hanya Gugus Tugas Covid-19, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), BPBD, Dishub, aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya agar bisa memantau secara langsung pelaksanaan PTM terbatas di Bandung Barat.

Selain itu, lanjut dia, izin dari orang tua merupakan salah satu persyaratan administrasi agar simulasi bisa dilakukan sesuai SOP.

Terkait sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas, lanjut Asep, pihaknya akan menyesuaikan dengan verifikasi yang ada dalam daftar periksa yang sudah disebar ke tiap sekolah.

Baca Juga:

Catat! Berikut Jalur dan Persyaratan PPDB 2021 Bandung Barat Jenjang SMP

PPDB 2021 di KBB Segera Dimulai, Simak Persyaratan untuk Jenjang TK dan SD

Disdik KBB Pastikan Pelaksanaan PPDB 2021 Rampung Sesuai Jadwal, Berikut Tahapan dan Jadwalnya

“Kami bisa juga melakukan penunjukan lansung sesuai yang ada dalam daftar periksa kemarin,” ujarnya.

Adapun jumlah sekolah yang bisa melaksanakan PTM terbatas tersebut sifatnya fluktuatif. Pasalnya, hal itu tergantung pada kesiapan sekolahnya masing-masing.

“Bisa bertambah, bisa juga berkurang tergantung kesiapannya. Kami akan memantau secara langsung dan menginformasikan sekolah mana saja yang secara administrasi dan tempat sudah siap,” ujarnya.

Asep mengimbau kepada semua pihak agar mendukung terlaksananya PTM terbatas tersebut. Menurutnya, perlu adanya pengawasan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menyukseskan PTM terbatas di KBB.

“Pelaksanaan simulasi ini hanya bisa dilakukan denan modal kerjasama dan kebersamaan dari berbagai pihak, agar PTM secara terbatas bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Di tempat yang berbeda, Kepala Sekolah SMPN 3 Ngamprah Mepi mengatakan, pelaksanaan PTM secara terbatas mengacu pada SKB Empat Menteri.

“PTM terbatas itu tentunya diawali dulu dengan ketentuan, seperti halnya di kami biasa disebut dengan data ceklis. Jadi bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas itu ada beberapa ceklis yang harus dipenuhi oleh sekolah tersebut,” katanya.

Mepi menjelaskan, mereka yang boleh ikut PTM terbatas di sekolah adalah siswa yang diizinkan oleh orang tuanya. Namun, jika tidak diijinkan untuk mengikuti PTM, maka siswa tersebut tidak diperkenankan untuk ikut pembelajaran di sekolah PTM terbatas.

“Tentunya itu pun tetap sebagai warga sekolah yang harus dilayani oleh kami. Artinya kalau pun nanti PTM terbatas tetap saja ada pembelajaran daring dan luring,” jelasnya.

Selain berdasarkan data ceklis, lanjut Mepi, pihaknya memerlukan adanya rekomendasi dari Disdik, Dinkes, puskesmas, kecamatan dan desa.

“Walaupun kami di sini merasa siap melaksanakan PTM langsung terbatas, namun kami harus mendapat rekomendasi dari dinas terkait,” ujarnya.

Kendati demikian, Mepi mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum menerima surat dari Disdik terkait pelaksanaan PTM terbatas.

“Soal rencana pelaksanaan PTM terbatas di KBB, kami belum menerima surat apapun,” ungkapnya.

Disinggung tentang jumlah guru yang sudah divaksinasi, Mepi menyebut, 80 persen guru di sekolahnya telah divaksinasi. (Agus SN/BandungKita.id) ***

Editor: Agus SN

Comment