by

Dibangun Secara Swakelola, Rest Area KM 11 Pesona Burangrang Dibangun Tanpa Anggaran Pemerintah

BandungKita.id, KBB – Dampak PPKM Level dinilai semakin mempersulit kehidupan masyarakat lantaran ruang gerak yang semakin sempit.

Kendati demikian, Pemerintah Desa Kertawang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat punya cara tersendiri untuk membangkitkan perekonomian warganya.

Melihat besarnya potensi wisata yang ada di wilayahnya, Pemerintah Desa Kertawangi berinisiatif membangun Rest Area KM 11 Pesona Burangrang di lahan seluas 8000 meter milik Perhutani.

Kepala Desa Kertawangi Steve Ewon mengatakan, pembangunan Rest Area KM 11 Pesona Burangrang ini hasil kerjasama pemerintah desa, masyarakat dan Perhutani.

Menurutnya, tujuan dibangunnya konsep rest area ini adalah untuk persiapan saat PPKM berakhir.

“Jadi pada saat nanti PPKM selesai, ini bisa berjalan. Ya untuk saat ini jelas sekali dengan kondisi PPKM bisa jadi pengunjung tidak ada yang datang,” katanya kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Terkait anggaran yang digunakan untuk pembangunan rest area tersebut, Ewon menyebut, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan rest area tersebut sekitar Rp300 juta.

“Alhamdulilah sebagai kepala desa saya merasa bangga dan bersyukur mempunyai warga yang masih memegang erat budaya gotong royong. Biaya yang digunakan merupakan swakelola dari masyarakat,” bebernya.

“Ada yang Rp300 ribu, Rp500ribu, Rp 1 juta, Rp60 juta, bahkan ada juga yang lebih,” sambungnya.

Lebih lanjut Ewon menjelaskan, pihaknya sempat mengajukan permohonan dana CSR ke beberapa perusahaan yang ada. Namun karena kondisi pandemi saat ini mereka beralasan tidak bisa membantu kegiatan pembangunan rest area tersebut.

“Alhamdulillah meski tanpa CSR, kegiatan ataupun rencana konsep area ini bisa berjalan atas dukungan dari masyarakat,” jelasnya.

Ewon mengungkapkan, konsep yang akan dimunculkan di Rest Area KM 11 Pesona Burangrang, yaitu suguhan tempat yang asri penuh dengan aneka macam bunga dan pohon.

Menurutnya, banyak para wisatawan yang datang ke wilayahnya, seperti dari Jakarta, Depok dan daerah yang suhu udaranya panas.

“Nah, di sini nyaman, asri dan sejuk. Jadi konsepnya adalah memberikan oksigen yang berlimpah di tengah pandemi,” ungkapnya.

Baca Juga:

Siap Bangkitkan Ekonomi Warga Pasca PPKM Level 3, Desa Kertawangi Bangun Rest Area KM 11 untuk Wisatawan

Tak Kunjung Terima Titipan Hewan Kurban dari ASN KBB, DKM Ash-Shiddiq Tampung 84 Proposal dari Warga

Pilkades Serentak Kabupaten Bandung Diundur Lagi Jadi 4 Agustus

Tanpa anggaran pemerintah, Desa Kertawangi bangun Rest Area KM 11 Pesona Burangrang. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Disinggung soal kendala yang dihadapi selama pembangunan, Ewon mengaku, kendala selalu ada namun dengan musyawarah selalu ada solusi untuk setiap kendala.

“Jadi sementara ini kita tidak sampaikan apa kendalanya, karena alhamdulillah secara teknis dissini selalu mencari solusi bersama masyarakat dengan musyawarah dan mufakat akhirnya tidak ada kendala,” paparnya.

Lebih lanjut Ewon menjelaskan, soal pembangunan rest area ini pihaknya belum berkoordinasi dengan Pemda Bandung Barat lantaran masih dalam masa PPKM.

“Jadi secara legalitas, kita tempuh dengan masyarakat sekitar dulu, karena yang terlibat di sini adalah masyarakat. Ke depan kita akan segera berkoordinasi dengan pemda untuk legalitas lahan parkir, seperti dengan Dishub,” jelasnya.

Rencananya, Rest Area KM 11 Pesona Burangrang akan di launching pasca PPKM berakhir.

“Launching ingin secepatnya, namun karena PPKM resmi diperpanjang sampai 25 Juli. Mudah-mudahan tanggal 30 Juli kita bisa launching dan maksimalnya di bulan Agustus,” ucapnya.

Ewon menambahkan, lauching tersebut tidak akan dilakukan secara gebyar, namun hanya peresmian saja tanpa mengumpulkan banyak massa.

“Jadi nanti pas PPKM selesai mudah-mudahan rest area ini banyak dikunjungi pelancong. (Agus SN/BandungKita.id) ***

Editor: Agus SN

Comment