by

Heboh! Uang Koin Kuno Keluar dari Sumber Mata Air Panas di Cimanggu Bandung Barat

BandungKita.id, KBB – Warga Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dihebohkan dengan penemuan ratusan koin kuno di masa kolonial Belanda.

Ratusan kepingan koin kuno tersebut ditemukan pemuda Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cimanggu yang sedang melakukan penataan sumber mata air panas.

Ketua Karang Taruna Desa Cimanggu Dedi Sutarya mengatakan, penemuan ratusan keping koin kuno tersebut berawal dari pemugaran mata air panas untuk destinasi wisata di Desa Cimanggu.

“Dalam sumber mata air panas keluar sejumlah koin kuno tersebut. Kemudian, dijadikan mainan oleh anak-anak setempat. Bahkan, ditemukan koin kuno dalam jumlah yang cukup banyak yang mencapai sekitar ratusan lebih kepingan koin uang kuno,” katanya kepada BandungKita.id, beberapa waktu lalu.

Dedi mengaku, sudah hampir satu pekan pihaknya melakukan pemugaran dan terus menemukan kepingan koin kuno peninggalan kolonial Belanda.

“Tapi selama tiga hari kebelakang kami juga terus menemukan kepingan koin kuno tersebut. Mudah-mudahan masih banyak di dalamnya,” ucapnya.

Dedi menyebut, pasca penemuan kepingan koin kuno di mata air panas, pihaknya bersama Pokdarwis Desa Cimanggu akan membantu mulai mengembangkan potensi wisata air panas dan sejarah yang ada di kawasan tersebut.

Terkait dukungan dari Pemerintah Daerah Bandung Barat khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, pihaknya bersyukur lantaran Kadisbudpar selama satu minggu ini turun langsung ke lokasi destinasi.

“Alhamdulillah dukungan dari pak kadis sendiri sangat kita rasakan, salah satunya dari tidak tahu pokdarwis hingga tahu dan terbentuk Pokdarwis Desa Cimanggu,” paparnya.

Dedi berharap, Disparbud KBB bisa segera memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi air panas dan sejarah di Desa Cimanggu.

BACA JUGA:

Warga Desa Cibedug KBB Tunggu Realisasi Perbaikan Saluran Irigasi Leuwigede

Oded Klaim BOR di Kota Bandung Turun

Nekad Beroperasi Dimasa PPKM Level 4, Wisata Pineus Tilu Riverside Ditutup Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Heri Partomo menuturkan, penemuan kepingan koin kuno tersebut ditemukan oleh karang taruna dan Pokdarwis Desa Cimanggu yang tengah melakukan penataan wisata sumber mata air panas di Desa Cimanggu Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

“Dari koin kuno itu, kita coba komunikasikan dengan Bidang Kebudayaan Disparbud KBB untuk pengembangan potensi pariwisata, khususnya untuk benda-benda cagar budaya atau benda-benda yang memiliki nilai sejarah tinggi,” tuturnya.

Selain itu, kata Heri, dirinya juga meminta Bidang Kebudayaan untuk berkoordinasi dengan tenaga ahli cagar budaya agar melakukan kajian terhadap koin-koin ini untuk mengetahui sampai sejauh mana nilai koin-koin kuno ini, sejarahnya seperti apa, kenapa juga harus ada di sumber air panas di Desa Cimanggu.

“Namun, terkait pengembangan potensi wisatanya kita terus melakukan pembinaan, kita dorong karang taruna untuk melakukan pembentukan pokdarwis, yang saat ini telah terbentuk,” bebernya.

“Hal ini dilakukan agar pembinaannya lebih mudah dilakukan kalau sudah ada pokdarwis karena itu jalurnya bidang pariwisata,” sambungnya.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, pihaknya juga mencoba melakukan komunikasi lebih lanjut baik dengan kolektor maupun dengan pakar kesejarahan guna menggali nilai ekonomi dari koin-koin kuno tersebut.

“Jadi untuk sementara kita sampaikan kepada teman-teman yang pegang koin tersebut untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar ketentuan, seperti menjual dengan bebas karena kita tidak berharap dengan adanya temuan koin ini nantinya banyak orang-orang yang berburu koin,” jelasnya.

Heri menilai, jika tidak sesuai dengan ketentuan yang diberikan dikhawatirkan akan merusak rencana penataan pariwisata yang akan dikelola oleh Pokdarwis Desa Cimanggu.

“Kita coba jaga dulu agar koin-koin ini diteliti lebih lanjut,” ujarnya.

Heri menambahkan, jika koin-koin kuno tersebut mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, hasilnya dikembalikan untuk pengembangan pariwisata di Desa Cimanggu itu sendiri.

“Kita kembalikan lagi kepada teman-teman di sini untuk pengembangan wisata air panas di Desa Cimanggu,” tandasnya. (Agus SN/BandungKita.id) *

Editor: Agus SN

Comment