by

Hengky Kurniawan Lempar Kursi Panas Wakil Bupati KBB ke Partai Koalisi

BandungKita, KBB – Isu perebutan kursi panas Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat terus menyeruak di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat.

Pasalnya, sejumlah partai kini tengah menyiapkan sejumlah nama yang dinilai layak menduduki kursi orang nomor dua di KBB tersebut kendati proses hukum Bupati Bandung Barat non aktif Aa Umbara Sutisna masih berlanjut lantaran tersangka kini tengah mengajukan banding dan belum inkrah.

Menyikapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengaku, dirinya belum memikirkan siapa calon wakil bupati yang bakal mendampinya nanti saat sudah ditetapkan menjadi bupati definitif.

Ia menyebut, dirinya kini tengah fokus bekerja untuk menyelesaikan tugas-tugasnya demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di KBB.

“Terkait masalah wakil bupati, nanti lah biar partai koalisi yang memutuskan. Yang jelas wakil bupati jatah partai koalisi, saya belum berani statmen lebih jauh,” katanya.

Ia mengaku, tidak memiliki jago atau berharap didampingi oleh siapa nantinya. Ia lebih memilih membiarkan semua proses berjalan secara normatif sesuai aturan dan kesepakatan dari partai koalisi yang mengusungnya saat Pilkada KBB 2018. Yaitu Partai Demokrat, NasDem, PKS, PKPI, dan PAN.

Baca Juga

Hengky Kurniawan Mulai Cari Sosok Wakil Bupati Bandung Barat

Aa Umbara Layangkan Banding Atas Putusan Vonis 5 Tahun Penjara

“Siapapun nanti yang menjadi pendamping saya pasti akan cocok dan cepat berdaptasi,” ujarnya.

Pasalnya, hal itu dikarenakan antara dirinya dan teman-teman koalisi berhubungan baik dan selalu intens berkomunikasi. Selain itu, sejak dari masa kampanye pun sudah saling kenal dan mengetahui satu sama lain.

“Dengan teman-teman koalisi saya sudah kenal lama. Jadi siapapun nantinya, pasti akan cocok. Tinggal nanti siapa yang juaranya di internal koalisi itu yang akan jadi,” bebernya.

Disinggung terkait bermunculannya beberapa nama calon untuk wakil bupati, dirinya menganggap itu sebuah dinamika dan sebuah kewajaran.

Sebab, sambung dia, semua figur di partai koalisi punya peluang dan kesempatan yang sama besar. Tinggal kesepakatan mereka untuk memutuskan satu nama nantinya.

“Tunggu saja, yang jelas kriterianya harus cocok dan juga seiman,” tukasnya.