by

Supardi Nasir, Kekuatan Do’a dan Hitung-hitungan Peluang Juara Persib Bandung

BandungKita.id, BOLA – Peluang tim kebanggaan bobotoh, Persib Bandung untuk merengkuh gelar juara Liga 1 2021/2022 semakin menipis. Hal ini terjadi setelah Persib hanya bermain seri 1-1 saat melawan Persebaya dan sang rival utama Persib Bandung musim ini, Bali United kembali meraih kemenangan ketika menghadapi Madura United dengan skor 2-0.

Setelah kemenangan tersebut, saat ini selisih poin Persib Bandung dengan Bali United semakin melebar yakni 5 poin. Padahal awalnya, jarak Persib yang saat ini berada di posisi runner-up dengan sang pemuncak klasemen hanya dua poin.

Meski demikian, para bobotoh tak perlu khawatir. Sebab, Maung Bandung masih memungkinkan untuk menjadi kampiun Liga 1 tahun ini asalkan pada dua laga tersisa, Bali United menelan kekalahan. Sedangkan Persib wajib menang pada dua laga pamungkas.

Pada dua laga terakhir di Liga 1 musim ini, Maung Bandung akan menghadapi dua tim yang relatif tidak terlalu berat yaitu Persik Kediri dan Barito Putera. Jika tidak ingin memupus mimpinya meraih juara, Maung Bandung wajib menyapu bersih dua laga terakhir ini.

Sedangkan laga berat akan dihadapi Bali United karena harus menghadapi Persebaya Surabaya. Pada laga putaran pertama, Bali United harus mengakui keunggulan The Green Force Persebaya Surabaya dengan skor 1-3.

Para bobotoh tentu berharap Persebaya mampu kembali menaklukkan tim asal Pulau Dewat tersebut.

Sementara laga pamungkas yang akan dilakoni Ilija Spasojevic dkk pada BRI Liga 1 Indonesia 2021-2022 akan melawan Persik Kediri. Jangan anggap remeh Persik Kediri. Tim ini kerap kali memberikan kejutan ketika menghadapi tim-tim besar.

Jika skenario tersebut terjadi, maka dipastikan tim Pangeran Biru dan para bobotoh akan merayakan gelar juara dan merengkuh tropi juara Liga 1 musim ini.
Jika Bali dua kali kalah, dan Persib dua kali menang, maka poin maksimal yang dikumpulkan Bali adalah 72 poin, sedangkan Persib meraih 73 poin.

Meski kecil, harapan untuk menjadi juara tetap ada dan terbuka.

Harapan itu kini berada di pundak para bobotoh dan pendukung Persib di mana pun berada. Jika ingin Persib juara, bobotoh punya satu kewajiban yakni mengalirkan do’a untuk tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Biarkan para pemain berikhtiar semaksimal mungkin, sementara kita bantu Persib dengan do’a.

Dorongan do’a itulah yang memang kini diharapkan tim Persib Bandung. Sebagaimana yang disampaikan oleh El Capitano Maung Bandung, Supardi Nasir. Bang Haji Supardi, sapaan akrabnya mengajak bobotoh untuk terus mendoakan Persib agar menjadi juara musim ini.

“Do’a adalah senjata kita. Ikhtiar maksimal adalah kewajiban kita. Semoga ini (juara) terulang kembali. Aaamiin ya Rob,” tulis Supardi dalam akun Instagram pribadinya @supardinasir2222.

Pada postingannya tersebut, Supardi membagikan video saat momen Persib Bandung meraih juara Liga 1 2014. Dalam video tersebut, sang kapten terlihat tengah menangis bahagia dan dipeluk rekan-rekannya seperti Atep, Vladimir Vujovic dan skuat Persib lainnya angkatan 2014.

Melalui postingan tersebut, pemain paling senior dan pemain paling dihormati di skuat Maung Bandung itu tampak ingin membakar semangat rekan-rekannya sekaligus memohon do’a dari para bobotoh dan pencinta Maung Bandung untuk mendoakan perjuangan Persib sampai akhir musim.

Supardi adalah salah satu aktor utama Maung Bandung ketika Persib meraih gelar juara Liga 1 2014. Ketika itu, ia didapuk sebagai kapten Maung Bandung bergantian dengan Atep, salah satu legenda Persib.

Ibarat pepatah orang bijak, kekuatan do’a itu sangat luar biasa. Do’a bisa mengubah hal mustahil menjadi kenyataan. Oleh karena itu, teruslah berdoa dan jangan pernah lelah untuk terus berdoa.

Semoga saja, do’a-do’a yang dipanjatkan para Bobotoh untuk Persib Bandung dapat mengubah hasil liga 1 musim ini yang seolah hampir pasti menjadi milik Serdadu Tridatu, Bali United. Siapa tahu, Allah Yang Maha Kuasa menjawab do’a jutaan Bobotoh dan pendukung Persib dan di akhir musim nanti Persib Bandung lah yang keluar sebagai juara. Semoga.

( Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Comment