Ganjar Usung Etika Keluarga, Keakraban dan Hormat untuk Kepemimpinan Nasional

Nasional, Sosok352014 Views

BandungKita.Id, SOSOK – Etika Jawa itu dekat dengan kekeluargaan, keakraban dan kehormatan. Satu individu yang berada di bawah ekspektasi kebudayaan masyarakat, seharusnya bertindak sesuai dengan ketiga prinsip tersebut. Keluarga harus saling mengasihi dan saling menolong satu sama lain.

Keluarga itu harus akrab dan menjalin relasi satu sama lain. Mereka harus saling menghormati satu sama lain agar tercipta budaya yang madani dan sopan. Ekspektasi dari luar ini didukung dari dalam oleh perasaan “isin” dan sungkan.

Kedua prinsip keselarasan itu menuntut agar orang-orang yang berada di dalam tradisi akan senantiasa mengatur dirinya agar menjadi orang yang tertib dalam hidup. Juga ekspektasi sosial dan kebudayaan itu akan ditunjang secara moral oleh etika “sepi ing pamrih dan rame ing gawe”.

Baca Juga:

Terjebak Macet, Ganjar Jalan Kaki ke Puncak Acara Waisak 2567 BE

Program Magang ke Jepang yang Digagas Ganjar Banyak Diminati, Ada Peserta dari Lampung

Menuju Kemajuan Bangsa Bersama Anak Muda

Ganjar Pranowo memiliki etos dalam menjalankan etika itu. Etika itu yang akan mengontrol dorongan-dorongan spontanitasnya untuk menyesuaikan diri dengan berbagai otoritas dan relasi yang ia jalankan selama ini menjadi gubernur Jawa Tengah, dan sebelumnya menjadi anggota DPR RI.

Oleh karena itu, Ganjar menganggap bahwa keluarga merupakan suatu kenyataan yang memiliki keistimewaan tersendiri di dalam etika yang ia jalankan. Ganjar Pranowo menganggap keluarga merupakan suatu tempat untuk merasai nyaman dalam berkembang, sekaligus sumber perlindungan.

Semangat beretika inilah yang ia jalankan dalam menahkodai kepemimpinannya hingga saat ini. Ganjar Pranowo memberikan cinta kasih kepada keluarganya. Dia memberikan segala apa yang dibutuhkan tanpa menghitung dan tanpa syarat.

Ganjar Pranowo bahkan mempertontonkan etika tinggi yakni memaafkan kekeliruan dan kenakalan-kenakalan dari para netizen dan para pembencinya yang pada saat ini berada dalam barisan pendukung Anies dan Prabowo.

Sebagai sosok ayah yang pernah mengalami menjadi ayah, seolah-olah menjadi orang tua tunggal bagi semata wayang anaknya saat sang istri kuliah di Jepang, Ganjar Pranowo semakin berani keluar dari lingkungan dan zona nyamannya sebagai seorang ayah yang seharusnya menerima fakta bahwa yang mengurus rumah tangga adalah ibu.

Namun dari peristiwa ini, Ganjar mendapat pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang ayah sekaligus ibu untuk memberi perhatian kepada sang anak. Pembentukan dari pengalaman seperti ini tentu bukan pembentukan yang bisa dialami oleh semua orang.

Ganjar Pranowo yang sudah menjalankan tugas sebagai ayah sekaligus Ibu bagi anaknya saat sang istri kuliah di luar negeri, memiliki pengalaman yang sangat amat berharga untuk memimpin Indonesia.

Sikap kekeluargaan yang dimiliki oleh Ganjar Pranowo ini sangatlah menjadi mutiara di dalam kehidupannya. Merupakan pengalaman yang sangat baik untuk mempertebal batiniah dalam membangun bangsa dan negara Indonesia, kelak jika terpilih menjadi presiden. (*)