“PANGKU”: Potret Perempuan, Luka Sosial, dan Jalan Sunyi Bertahan Hidup

Opiniku – Ajakakanku di #FilmPangku

BandungKita.id, FILM – Di tengah riuhnya industri film yang kerap menjual mimpi dan glamor, PANGKU hadir sebagai tamparan lembut namun menyayat. Film panjang perdana Reza Rahadian sebagai sutradara ini menyorot sisi kelam yang kerap luput dari sorotan: perjuangan perempuan di pinggiran kota, di antara stigma, kemiskinan, dan harapan yang nyaris padam.

Dibintangi Claresta Taufan sebagai Sartika, PANGKU mengisahkan seorang ibu muda yang terpaksa menjadi gadis kopi pangku demi menghidupi anaknya. Bukan pilihan mudah, bukan pula jalan yang ia banggakan. Namun dalam keterbatasan, Sartika menemukan kekuatan untuk bertahan meski harus menanggung pandangan sinis, kekerasan simbolik, dan luka yang tak kasat mata.

Christine Hakim tampil sebagai Maya, figur ibu sekaligus cermin masa lalu yang getir. Fedi Nuril, Devano Danendra, dan Shakeel Fauzi Aisy melengkapi narasi dengan dinamika relasi yang kompleks—antara cinta, pengkhianatan, dan harapan yang terus diuji.

Diproduksi oleh Gambar Gerak Film dan tayang serentak di bioskop sejak 6 November 2025, PANGKU bukan sekadar film. Ia adalah pernyataan. Tentang bagaimana tubuh perempuan kerap menjadi medan pertempuran antara kebutuhan dan moralitas. Tentang bagaimana sistem sosial membiarkan luka-luka itu menganga, lalu menuntut perempuan untuk tetap tegar.

Reza Rahadian, yang selama ini dikenal sebagai aktor kawakan, menunjukkan keberanian artistik dalam debut penyutradaraannya. Ia tidak hanya menyuguhkan sinematografi yang intim dan puitis, tetapi juga membiarkan para tokohnya bernapas dalam keheningan, dalam jeda, dalam tatapan yang tak selalu bisa dijelaskan dengan kata.

PANGKU adalah film yang tidak menawarkan solusi, tapi mengajak kita menengok ulang: siapa yang kita hakimi, dan siapa yang kita abaikan. Di tengah gempuran tontonan ringan, film ini mengajak kita duduk sejenak mungkin di warung kopi pinggir jalan dan mendengar kisah yang selama ini hanya kita lihat dari balik kaca kendaraan.

Testimoni

Jurnalis yang dikenal kritis, Najwa sihab menuturkan sepenggal kalimat atas kekagumannya akan film yang ditontonya, “Disana ada martabat yang di perjuangkan, terima kasih telah membuat Film ini” ucapnya kepada penonton seraya mengajak yang lain untuk juga menikmati cara reza men Direct Film ini.

Theme Song IBU Karya Iwan Fals Jadi Pilihan.

Dalam sebuah tayangan pendek dan obrolan ringan, Reza mengemas asal usul dan alasan lagu seirqng legendaris musik tanah air menjadi theme song film Pangku, iwan Fals.

Saking sakralnya, ayah dari almarhum galang rambu anarki ini menyebut karya lagu Ibu berlatar belakang seprti yang divisuqlkqn dalam film pangku.

Wah jadi penasaran..mending ajak ibu, istri dan anak-anak yuk!.. kita rasakqn ayltmosfhirnya langsung

Comment