“Keberhasilan organisasi ditentukan pertama-tama oleh pemimpinnya. Semoga ke bawahnya bupati juga bisa memilih pemimpin-pemimpin level midle yang kompeten,”
BandungKita.id – Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki usia dua dekade dengan dinamika pemerintahan yang penuh gejolak. ASN di lingkungan Pemda KBB telah melewati fase yang tidak dialami banyak daerah lain: tiga peristiwa hukum, politik dendam, hingga konflik kepentingan yang kini semakin terang di kalangan birokrasi.
Dalam wawancara khusus dengan Bandungkita.id, seorang ASN menyampaikan pandangan yang menggambarkan kerinduan akan kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan berani mengambil keputusan.
VIDEO PILIHAN
Jabatan Camat dan Plt di Tengah Bencana
ASN tersebut menyoroti pentingnya pengisian jabatan camat definitif, terutama di wilayah rawan bencana.
“Selain binwas desa, camat itu fungsi koordinatif. Dia harus mengoordinasikan pelaksanaan urusan-urusan di wilayahnya,” ujarnya.
Namun, ketika jabatan itu hanya diisi oleh pelaksana tugas (Plt), ada keterbatasan.
“Sama, beberapa hal saja yang tidak sama. Misal membuat keputusan strategis yang berdampak terhadap keuangan dan kepegawaian,” katanya.
ARTIKEL PILIHAN
Ia menambahkan,
“Secara psikologis, Plt itu kan bukan jabatan definitif. Soliditas dan kinerja jadi kurang all out.”
Kepemimpinan dan Komunikasi
ASN tersebut menekankan bahwa inti kepemimpinan adalah pengambilan keputusan.
“Mau ambil keputusan yang benar? Berkomunikasilah dengan orang-orang yang beliau tugasi melaksanakan kewenangannya,” tegasnya.

Asn KBB menilai komunikasi pimpinan saat ini masih kurang.
“Mungkin beliau kurang komunikasi aja, sehingga masukan yang diterima belum bisa membuat beliau mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” ungkap salah satu nara sumber lain di OPD pelayanan dasar.
Sebagai perbandingan, Pria yang tengah menyiapkan masa purna dengan bertani ini menyebut daerah lain yang memiliki tim khusus berisi pegawai berpotensi untuk membantu merumuskan kebijakan strategis.
“Keliatannya di kabupaten induk punya tim khusus yang bisa bantu merumuskan kebijakan-kebijakan,, diaini kita tidak melihat ciri cirinya ada ” katanya penuh heran.
Mengenang Sosok Sekda Maman S Sunjaya
Dalam percakapan, ASN tersebut juga mengenang perjalanan Sekda KBB Maman S Sunjaya yang mendampingi dan mengimplementasi arah politik Bupati pertama, almarhum H. Abubakar agar bisa difahami seluruh ASN KBB saat itu.
Seakan di ingatkan, sambil bernostagia, beberapa Asn mengungkapkan hal yang cenderung serupa mengenai sikap yang galak, suka becanda dan jail dalam siguasi tertentu.

Sosok Maman disebut sebagai birokrat sederhana namun tegas, yang membentuk karakter ASN KBB di masa awal berdirinya daerah otonom baru ini.
“Amazing… kadang jadi pemimpin kudu rada ‘gila’,” ujarnya sambil tertawa.
“Kalau beliau sok marah mun rapat, itu artinya mengajarkan kerja kudu bener. Ditanya dunungan kudu tau.” ungkap seorang Kabid.
“Beliau itu mengajarkan kesiapan kita sebagai ASN dalam bekerja. Gaya kerasnya membuat kami disiplin, tidak asal-asalan. Walau berawal dari takut saat akan menghadap, tapi akhirnya jadi terbiasa siap,” kenangnya bernostalgia.
Maman dikenal sebagai figur yang berani mengambil keputusan, menjaga integritas birokrasi, dan meninggalkan pondasi kedisiplinan yang masih dirasakan hingga kini.
Sebagai informasi, Maman wafat pada 3 Oktober 2020 di RS Al Islam Bandung setelah lama berjuang melawan sakit.
VIDEO PILIHAN
Harapan ke Depan
Menutup wawancara, ASN tersebut menyampaikan harapan agar kepemimpinan di KBB tidak hanya berhenti di level bupati atau sekda, tetapi juga merata hingga level menengah.
“Keberhasilan organisasi ditentukan pertama-tama oleh pemimpinnya. Semoga ke bawahnya bupati juga bisa memilih pemimpin-pemimpin level midle yang kompeten,” ujarnya.
ARTIKEL PILIHAN
Pejabat yang dikenal ramah dan berasal dari Kabupaten Bandung ini berharap Bupati Jeje memiliki sikap kehati-hatian dalam memilih pembatunya kelak “karena kelak Tidak ada anak buah yang salah, yang salah adalah komandannya.” ungkapnya mengakhiri percakapan kami.(Dhomz/BandungKita.id)
VIDEO PILIHAN
Catatan Redaksi:
Suara ASN ini bukan sekadar opini pribadi, melainkan cerminan kerinduan banyak aparatur terhadap kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan berani mengambil keputusan. Situasi Pemda KBB saat ini menuntut kepemimpinan yang mampu merawat semangat kerja birokrasi sekaligus menjaga soliditas organisasi di tengah konflik kepentingan yang muncul. (Dhomz/BandungKita.id)
VIDEO PILIHAN





Comment