Ngeri! Riset ITB di Jurnal UGM Bongkar Kandungan Logam Berat di Saguling, Layanan PDAM Cililin Terancam Tutup?

FokusKita, Peristiwa31417 Views

DPRD KBB: “Harus merujuk secara ketat pada pedoman resmi Kementerian Kesehatan”

NGAMPRAH, BANDUNGKITA.ID – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Mahdi, mendesak dilaksanakannya uji mutu independen terkait isu penggunaan air Waduk Saguling sebagai sumber air baku oleh Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Unit Pelayanan Cililin. Langkah quality control (QC) berupa pengambilan sampel (sampling) pada hasil akhir air konsumsi dinilai mendesak untuk menjamin objektifitas dan keselamatan warga.

Mahdi menegaskan bahwa parameter air konsumsi harus merujuk secara ketat pada pedoman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Parameter tersebut meliputi aspek fisik (jernih, tidak berbau, tidak berasa), aspek kimia (pH netral), serta aspek biologi (bebas mikroorganisme berbahaya seperti E. Coli).

“Jika hasil pemeriksaan independen menunjukkan kondisi baik, berarti air tersebut layak konsumsi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan isu kesehatan dan keamanannya,” ujar Mahdi saat memberikan tanggapan di Ngamprah.

ARTIKEL PILIHAN

Namun, Mahdi memberikan peringatan keras jika hasil uji laboratorium menyatakan sebaliknya. Menurutnya, keselamatan masyarakat di wilayah Bandung Barat, khususnya Cililin, adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

“Jika dinyatakan tidak layak konsumsi, maka penutupan layanan Tirta Raharja Unit Cililin adalah sebuah keharusan dan bersifat urgen demi menghindari kemudaratan atau dampak buruk yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah kontinjensi, Ketua DPRD KBB meminta pemerintah daerah dan BUMD terkait segera menyiapkan skenario mitigasi. Jika operasional terpaksa dihentikan, kebutuhan air bersih warga harus dipasok melalui distribusi tangki air dalam jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, PDAM wajib melakukan pencarian sumber air baru yang aman. Bersamaan dengan itu, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan warga.

Dalam jurnal UGM, Riset Peneliti ITB Konfirmasi Saguling Tercemar Logam Berat

Kekhawatiran parlemen ini sejalan dengan data publikasi ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Manusia dan Lingkungan (JML) Universitas Gadjah Mada (UGM). Laporan riset yang disusun oleh tim peneliti dari Jurusan Teknik Lingkungan ITB, Eka Wardhani, Dwina Roosmini, dan Suprihanto Notodarmojo, secara gamblang membeberkan penurunan kualitas hulu air yang mengalir ke waduk tersebut.

Tabel Hasil penilaian kualitas sedimen dengan menggunakan metode CF di semua titik penelitian di Waduk Saguling termasuk kategori terkontaminasi sangat tinggi sedangkan berdasarkan hasil penilaian dengan MPI kualitas sedimen Waduk Saguling termasuk kategori tercemar oleh logam berat Cd. (UGM)

“Sungai Citarum Hulu merupakan sumber air utama Waduk Saguling. Kualitas air sungai ini telah mengalami penurunan bahkan terpantau beberapa logam berat terkandung dalam air Sungai Citarum,” tulis para peneliti dalam dokumen publikasi ilmiah di laman jurnal UGM tersebut.

Dalam catatan riset mereka, tim peneliti ITB memaparkan hasil pemantauan satu dekade yang menunjukkan tren peningkatan konsentrasi logam berat jenis Kadmium (Cd) di air waduk, dengan sebaran berkisar antara 0 mg/L hingga 0,14 mg/L. Kondisi ini diperparah oleh pengendapan zat kimia berbahaya tersebut di sedimen dasar waduk.

“Konsentrasi rata-rata Cd di sedimen Waduk Saguling pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau sebesar 13,54 mg/kg, sedangkan pada Bulan November 2015 mewakili musim hujan sebesar 21,08 mg/kg. Konsentrasi Cd di sedimen Waduk Saguling tidak memenuhi baku mutu kualitas sedimen berdasarkan baku mutu yang berlaku di Australian dan New Zaeland mengingat Indonesia belum memiliki baku mutu kualitas sedimen yaitu sebesar 1,5 mg/kg,” bunyi kutipan resmi laporan ilmiah tersebut.

Melalui pengujian sampel di 10 titik menggunakan metode ilmiah Contamination Factor (CF) dan Metal Pollution Index (MPI), tim akademisi menegaskan status kedaruratan lingkungan pada sedimen permukaan dasar waduk (kedalaman 0-10 cm).

“Hasil penilaian kualitas sedimen dengan menggunakan metode CF di semua titik penelitian di Waduk Saguling termasuk kategori terkontaminasi sangat tinggi, sedangkan berdasarkan hasil penilaian dengan MPI kualitas sedimen Waduk Saguling termasuk kategori tercemar oleh logam berat Cd,” tegas laporan riset tersebut.

Pihak peneliti menekankan bahwa temuan ilmiah ini diterbitkan agar dapat “dijadikan bahan pertimbangan bagi pengelolaan Waduk Saguling mengenai kondisi pencemaran logam berat yang telah terjadi di waduk tersebut.”

Data resmi dari jurnal UGM ini sebelumnya telah diunggah redaksi dalam editorial dan mendapatkan respon netizen dan Kepala Deaa Cililin Tedi Kusnaedi.

Dalam merespon kabarbtersebut, Tedi mendorong kepekaan Direksi PDAM Tirta raharja yang telah lebih dari 25 tahun beroprasi didaerahnya tersebut.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi manajemen Perumda Tirta Raharja dalam mengawasi sistem filtrasi air baku secara ekstra sebelum dialirkan ke rumah-rumah pelanggan di unit pelayanan Cililin”. Ungkapnya melalui telphone minggu 24, mei 2026.

Dalam kurun waktu yang disebutkan, Kepala Desa Cililin mengaku banyak mendapatkan keluhan warganya terkait layanan BUMD yang masih dikelola Pemda Kabupaten Bandung itu.

Bagaimana warga Cililin menanggapi soal baku mutu air saguling yang disebut para peneliti ITB sejak 2015 tercemar oleh logam berat.

Bagaiman pihak Indonesia Power dan Direksi PDAM Tirtarahaja menanggapi ini? Redaksi Bandungkita masih berupaya mendapatkan respon kedua intstitusi tersebut.

Bersambung…

(Tim Redaksi Bandungkita.id)

Sumber Riset Klik: JURNAL UGM

Comment