Gara-Gara Rapor Merah 27 Kota/Kabupaten, Aktivis Lingkungan Ancam Boikot Jalur Truk Sampah di Cipatat!

FokusKita, Peristiwa12165 Views

BANDUNG, BANDUNGKITA.ID — Sabar ada batasnya, dan bagi para aktivis lingkungan di Jawa Barat, batas itu sudah habis. Kemarahan publik atas mandulnya penanganan sampah regional meledak dalam Sarasehan Kaukus Ketokohan Jawa Barat di Grand Asrilia Hotel, Kota Bandung, Jumat (5/6/2026).

Sebuah ancaman pembangkangan sipil (civil disobedience) yang radikal resmi ditiupkan: Boikot total jalur truk sampah menuju TPA Sarimukti di jalan Cipatat!
​Sumbu peledak ini dinyalakan langsung oleh Koordinator Aktivis Lingkungan Jawa Barat, Dadang Utun Hermawan.

Dengan nada retoris yang getir, Dadang membuka pernyataannya menggunakan metafora Sunda yang mendalam, “Mang ku urang” sebuah penegasan bahwa beban kehancuran lingkungan ini pada akhirnya harus dipikul dan diderita oleh masyarakat sendiri akibat kelalaian negara.

​Dadang membongkar fakta integritas tata kelola sampah yang dinilainya sudah berada di titik nadir. Ia menyebut, kementerian terkait bahkan telah memberikan “Rapor Merah” pada tahun 2024 lalu atas buruknya pengelolaan sampah di Jawa Barat.

​“Rapor merah tahun 2024 dari kementerian itu adalah bukti otentik. Artinya apa? Sebanyak 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat ini pengelolaannya maranehna tebaraleg (tidak becus/asal-asalan). Ini rapor merah!” ujar Dadang dengan nada tinggi, disambut gemuruh audiens sarasehan.

​Ia mengisahkan, pasca-keluarnya rapor merah tersebut pada 2024, dirinya secara tegas meminta agar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarimukti segera ditutup total. Namun, alih-alih penutupan, kebijakan yang diproduksi pemerintah justru hanya sebatas jargon administratif yang mandul.

​“Waktu 2024 saya minta Sarimukti ditutup! Tapi yang keluar dari pemerintah apa? Hanya istilah penataan dan penertiban. Dan hari ini, kita lihat sendiri kenyataannya: sama sekali tidak tertata!” cetus Dadang ironis.

​Melihat skema penataan yang inkonsisten, Dadang di hadapan seluruh tokoh Kaukus menyerukan aksi nyata di lapangan untuk memaksa pemerintah mengambil tindakan tegas.

​“Lamun perlu (kalau perlu), kita sama-sama cegat saja di jalan Cipatat! Mobil Pak Eka (Eka Santosa), mobil Om Komeng, mobil siapa saja yang setuju, kita palangkan di tengah jalan! Kita perlu tindakan konkret seperti itu agar mereka melek. Tutup Sarimukti, aktivasi Legok Nangka!” serunya membakar semangat forum. (Red/Bandungkita.id)

Comment