Bandungkita.id, KBB – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat menargetkan nilai baik atau diatas 70 untuk Indeks Tata Kelola Pengadaan pada 2023 mendatang. Tiga indikator yang menjadi fokus untuk terus dilakukan peningkatan yakni penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup), E – Katalog dan Refocousing.
Menurut Subkoordinator Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah KBB, Asep Haris Kosaman, pihaknya kini fokus untuk mendorong setiap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menginput data ke Sirup sebelum batas akhir yakni setiap tanggal 31 Maret. Pasalnya, penginputan pada Sirup menjadi perhatian khusus untuk mencapai target Indeks Tata Kelola Pengadaan tersebut.
“Nah sistem penginputan Sirup memang sangat keterkaitan dengan OPD, karena yang bisa menginput ke sistem Sirup hanya PPK yang ada di OPD. Kita akan coba mengejar di tahun ini, maksimal di tanggal 31 Maret (2023) itu semua OPD sudah clear input data ke Sirup. Sehingga target yang akan kita capai mudah-mudahan di nilai baik, diatas 70-an,” kata Haris kepada Bandungkita.id.
Ia menuturkan, kendala dalam proses penginputan data ke Sirup yang masih terjadi terutama adanya pos anggaran yang tidak sesuai dengan bidang. Sehingga, pengajuan penggunaan anggaram tersebut terjadi ganda yang menyebabkan keterlambatan masuk dalam data Sirup.
“Ini juga banyak ketergantungan mulai dari proses penetapan anggaran, proses penginputan, atau pun adanya anggaran yang sama di input. Karena kemarin itu SIPD baru kita sesuaikan, sehingga banyak anggaran tidak sesuai pada bidangnya, harusnya ada di Satpol ini ada di dinas lain. Sehingga proses penginputan lama,” beber Haris.
Namun Haris meyakini jika kendal tersebut tidak akan terjadi pada proses penginputan Sirup hingga batas akhir 31 Maret 2023 menadatang. Pihaknya terus mendorong PPK disetiap OPD untuk lebih teliti dalam proses penginputan data ke Sirup.
“Mudah-mudahan di tahun ini, sistem itu sudah tidak eror lagi atau semuanya sudah sesuai kode rekening masing-masing sehingga sebelum tanggal 31 Maret OPD sudah input di Sirup itu,” cetusnya.
Selain itu, e-katalog lokal pun terus digiatkan agar semakin banyaknya transaksi pengadaan barang dan jasa pada tahun depan. Sarana penunjang terutama untuk penginputan agar pada 2023 mendatang semakin lebih mudah bagi para pelaku usaha terutama UMKM guna mengikuti proses pengadaan baeang dan jasa.
“Kemudian kalau masalah e-katalog, memang juga kita lagi digenjot proses pengadaan e katalog lokal. Tahun ini sudah berusaha menyediakan sarana e-katalog. Dan 2023 sudah berjalan, mudah-mudahan nanti transaksinya lebih banyak,” ungkap Haris.





Comment