Pegawai Muslim Jangan Dipaksa Pakai Atribut Natal, Begini Kata MUI

Nasional, Terbaru969 Views

BandungKita.id, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiah akhir tahun 2018. MUI menyerukan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, demi menjaga keutuhan bangsa.

“Agar menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang bertentangan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ketua MUI, Abdullah Jaidi, di Gedung MUI, Jakarta, seperti dikutip dari dream, Senin (24/12/2018).

MUI juga mengimbau kepada para pengusaha agar tak memaksa karyawan yang beragama Islam untuk menggunakan atribut Natal.

“MUI mengimbau para pengusaha dan para pihak terkait lainnya agar dalam suasana Natal dan pergantian tahun dan ini tidak memaksa, mendorong, mengajak karyawan yang beragama Islam memakai ribut-atribut dan atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan mereka,” ucap Abdullah.

Abdullah mengatakan, imbauan ini juga sudah pernah disuarakan pada 2017. Para pengusaha mengikuti imbauan tersebut untuk tidak memaksakan penggunaan atribut natal kepada para karyawannya.

Selain itu, MUI juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan tahun baru 2019 secara berlebihan. Pergantian tahun hendaknya disambut dengan penuh syukur.

“Tidak hura-hura dan menghindari poia hidup yang bersifat materialistik, konsmneristik dan hedonistik,” kata dia.

Dalam tausiyah itu pula MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk terus berjuang melalui langkah diplomasi demi terciptanya kedamaian dan kemerdekaan di Palestina.(ZEN/BandungKita.id)

Comment