Ketika Raksasa Politik Dibuat ‘Kecil’ oleh Waktu: Refleksi Haru Sekar Tandjung Mendampingi Senja Akbar Tandjung

Politik, Sosok12285 Views

BANDUNGKITA.ID, BANDUNG – Bagi panggung politik Indonesia, nama Ir. Djandji Akbar Zahiruddin Tandjung—atau yang lebih dikenal sebagai Akbar Tandjung adalah legenda hidup. Beliau adalah poros utama dalam sejarah panjang Partai Golongan Karya (Golkar) dan sosok sentral yang berhasil menyelamatkan partai berlogo pohon beringin itu dari gelombang pembubaran di awal masa Reformasi 1998.

Namun, panggung politik dan kilau kekuasaan pada akhirnya harus tunduk pada hukum alam dan garis waktu. Sebuah refleksi mendalam dan menyentuh hati baru-baru ini dibagikan oleh putri bungsu sang politisi senior, Sekar Krisnauli Tandjung (Sekar Tandjung).

Putri bungsu sang politisi senior, Akbar Tanjung, Sekar Krisnauli Tandjung (Sekar Tandjung).

Melalui unggahan di media sosialnya di hari ulang tahun sang ayah, Sekar mengungkapkan rasa syukur tak terhingga atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk dapat merawat dan mencintai ayahnya di masa tua. Ungkapan tulus itu menggambarkan potret hangat hubungan ayah dan anak di kala ‘senja’ pahlawan keluarga mereka.

Tangkapan layar video yang di unggah Sekar dalam Media sosial miliknya

“Sungguh sebuah karunia dari Allah SWT. Sebab karena-Nya kami diberikan kesempatan untuk bisa mencintai dan menjaga ayah kami di waktu senja nya. Juga untuk dicintai olehnya tanpa babibu tanpa ekspektasi tanpa hambatan,” tulis Sekar.

Melihat Raksasa yang ‘Mengecil’ di Hadapan Waktu

Dalam catatan batimnya, Sekar membeberkan bagaimana keluarganya sempat mempertanyakan takdir ketika melihat sang ayah—sosok yang dulunya dikenal paling serba tahu, serba bisa, dan memegang keputusan-keputusan strategis bangsa—kini tampak begitu rapuh dan perlahan memudar daya ingatnya.

“Kami sempat mempertanyakan rencana-Nya. Mengapa beliau seakan dibuat kecil oleh-Nya. Seakan dibuat tak berdaya dan banyak lupa sehingga banyak tidak tahu. Padahal dulu ia sebesar itu. Padahal dulu ia paling serba tahu, paling serba bisa,” kenang Sekar.

Namun, disitulah pelajaran terbesar yang diperoleh keluarga. Sekar menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya di hadapan kekuasaan Sang Pencipta. Bagi Sekar—yang mengidentifikasi dirinya sebagai anak bungsu yang kritis dan suka bertanya—momen senja sang ayah menyisakan hal paling murni: cinta tanpa syarat.

“Segala pilu dan haru ibarat dihilangkan oleh-Nya untuk papa. Dan kami masih diberi waktu untuk memeluk, mencium, dan menggenggam papa. Bukan untuk mendapat restu darinya atau validasi atau apapun itu yang kita harapkan dari seorang ayah. Hanya untuk cinta dan sayangnya. Selamat ulang tahun papa ❤️,” lanjutnya.

Profil Akbar Tandjung: Arsitek Ketahanan Golkar

Ungkapan haru sang putri tak lepas dari ingatan publik akan kebesaran sosok Akbar Tandjung. Lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah pada 14 Agustus 1945, Akbar Tandjung merupakan tokoh kunci dalam sejarah kepemimpinan nasional.

VIDEO PILIHAN

Ia pernah mengemban amanah sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (1988–1993), Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman (1993–1998), hingga Menteri Sekretaris Negara (1998–1999). Puncak karier politiknya di parlemen dicapai saat menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 1999–2004.

Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 1998–2004, kepemimpinan Akbar dianggap monumental. Di tengah tekanan politik Reformasi yang sangat berat, ia berhasil menakhodai Golkar bertransformasi dari mesin politik Orde Baru menjadi partai politik modern yang demokratis, hingga tetap bertahan sebagai kekuatan utama politik nasional.

VIDEO PILIHAN

Penerus Kiprah di Garis Keluarga

Dibalik kesuksesannya di dunia politik, Akbar Tandjung didampingi oleh sang istri, Krisnina Maharani (Nina Tandjung). Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang putri:

  1. Fitri Krisnawati Tandjung
  2. Karmia Krissanty Tandjung
  3. Triana Krisandini Tandjung
  4. Sekar Krisnauli Tandjung

Darah politik dan pengabdian Akbar Tandjung kini mengalir kuat ke anak-anaknya.

Putri bungsunya, Sekar Tandjung, mengikuti jejak politik sang ayah secara aktif. Sekar tercatat pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Surakarta (Solo) dan terus aktif mewarnai dinamika politik generasi muda di tubuh partai.

Tak hanya Sekar, putri sulung Akbar, Fitri Krisnawati Tandjung, juga berkiprah di dunia politik dan keorganisasian partai. Fitri tercatat dipercaya dalam jajaran kepengurusan DPP Partai Golkar, meneruskan tongkat estafet perjuangan politik sang ayah dalam menjaga soliditas partai.

Refleksi yang dibagikan Sekar Tandjung menjadi pengingat bagi publik: bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah di panggung penderitaan, jabatan, dan kekuasaan duniawi, pada akhirnya pelukan hangat keluarga di waktu senjalah yang menjadi muara terindah. (red bandungkita)

#BandungkitaID #AkbarTandjung #SekarTandjung #Golkar #RefleksiSenja #PolitikIndonesia #TokohNasional

Comment