oleh

Penurunan Kualitas Lingkungan Hidup di Bandung Barat Disebabkan Aktivitas Industri

BandungKita.id, NGAMPRAH – Kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bandung Barat semakin menurun. Tren penurunan itu disebabkan gencarnya aktivitas industri  terutama di sektor penambangan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko di acara Kajian Lingkugan Hidup Stratergis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Bandung Barat 2009-2029, di  Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Rabu, (19/12/2018).

“Degredasi lingkungan hidup atau penurunan kwalitas lingkungan hidup tentu diakibatan adanya kegiatan penambangan, perkebunan, industri atau hal lainnya,” ujarnya di sela-sela acara.

Acara tersebut hadir juga dari Dinas Pariwisata KBB, Dinas Perhubungan KBB, Forum Karst Citatah, Forum Bandung Utara (Forbat), Dinas PUPR KBB dan Asosiasi Pengusaha KBB.

Acara Kajian Lingkugan Hidup Stratergis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Bandung Barat 2009-2029, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Rabu (19/12/2018). (BGS/BandungKita.id)

Menurut Apung, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, perlu ada upaya bersama dan berjenjang yang melibatkan lintas wilayah, lintas sektor, lintas lembaga dan menggunakan pendekatan yang menyeluruh.

“Hal ini tidak dapat diselesaikan oleh pendekatan parsial. Penyelesaian degredasi lingkungan merupakan instrumen pengelolaan lingkungan hidup yang memungkinkan penyelesaian masalah yang bersifat berjenjang lintas wilayah, antar sektor dan lembaga yabg segresial sifatnya,” tuturnya.

Apung mengakui, adanya penurunan kualitas lingkungan hidup di Bandung Barat berawal dari proses pengambilan keputusan yang kurang memikirkan aspek lingkungan. Sehingga perlu ada proses perencanaan melalui kajian lingkungan yang melibatkan beberapa pihak pada sebuah pembangunan.

“Sumber masalah degredasi kualitas lingkungan hidup berawal dari proses pengambilan keputusan atau proses perencanaan yang kurang memikirkan aspek lingkungan sebagai dasar perencanaan pembangunan diabaikan,” pungkasnya.***(BGS/BandungKita.id)

Komentar