oleh

Sekda Jabar, Iwa Karniwa Bantah Menerima Dana Rp. 1 Miliar Untuk Perizinan Meikarta

BandungKita.id, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menghadiri persidangan lanjutan terkait polemik perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL. RE  Martadinata, Senin, (28/1/ 2019).

Dalam persidangan, Jaksa dari KPK mempertanyakan pengakuan Neneng Rahmi yang mengatakan dirinya menerima uang sebesar Rp. 1 Miliar melalui anggota DPRD Jabar dari PDI-P Waras Wasisto.

Namun dalam keterangannya Iwa membantah dirinya menerima uang tersebut. Menurutnya pada akhir tahun 2017, ia sempat dihubungi Waras untuk bertemu dengan Neneng di Tol Cipularang. Iwa mengaku belum mengenal Neneng saat itu.

“Tidak, saya tidak kenal, baru kenal setelah dikenalkan oleh Pak Waras Wasisto, itu anggota DPRD Povinsi Jawa Barat. Waktu itu diminta pak Waras untuk bertemu di kilometer 72 Tol Cipularang, kebetulan waktu itu lagi rapat di pusat, lalu biasa saya rehat dan dikontak oleh Pak Waras ada yang minta ketemu, ya saya ketemu sebentar,” papar Iwa.

Pertemuan tersebut, ujar Iwa berlangsung singkat karena berkaitan dengan urusan dinas sehingga lebih baik digelar di ruang kerja.

“Pertemuan itu soal akan adanya pengajuan rancangan perda RDTR. Ya saya bilang silahkan aja asal sesuai dengan proses, kalau terkait masalah ini langsung aja ke kantor saya bilang, setelah itu bubar, lalu saya pulang,” kata Iwa

Dalam pertemuan di kantornya, Iwa mengatakan, mereka kembali membahas Raperda RDTR. Tapi ia membantah untuk mempermudah Rancangan peraturan daerah (Ranperda) RDRT Kabupaten Bekasi. Lantaran tak punya kewenangan di dalam Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).

Iwa menturkan, berdasarkan Pergub nomor 17 tahun 2010. Saat itu  Sekda memang menjabat sebagai ketua BKPRD. Namun pada 4 maret 2016, jabatan Ketua BKPRD diganti menjadi Wagub Jabar atas perintah Gubernur Jawa Barat kala itu.

“Sehingga saya tidak lagi ada kewenangan dan saya tidak pernah ikut satu kali pun rapat BKPRD,” jawab Iwa.

Dia pun membantah telah menerima uang dalam dua pertemuan tersebut. Iwa mengatakan tidak pernah meminta bantuan Waras dalam pembuatan banner terkait rencananya terjun di Pilkada Jabar 2018 dari PDIP.

“Tidak pernah. Saya tidak meminta dan tidak menerima,” tambahnya.

“Pak waras pernah ngomong tapi saya tidak (meminta)” jawab Iwa. (TRH/Bandungkita.id)

Komentar