by

Tuntut Perbaikan Nasib, Kaum Disabilitas Gelar Aksi

BandungKita.id, BANDUNG – Sejumlah penyandang disabilitas menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019). Meraka menuntut pemerintah memperhatikan nasib penyandang disabilitas di Indonesia.

Kelompok disabilitas menilai, hingga saat ini pemerintah tidak kunjung menegakan aturan terhadap pihak yang sering merugikan meraka. Padahal hal itu telah diamanatkan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

“Terutama pasal 124 dan 144 di sana disebutkan bahwa setiap orang yang mewakili kepentingan penyandang disabilitas, tidak boleh mengambil hak penyandang disabilitas, kecuali berdasarkan putusan pengadilan,” ungkap salah satu massa aksi, Haryanto.

Baca juga: Atlet Para Games Asal Jabar Sesalkan Ada Pemotongan Bonus, Segini Jumlahnya

Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua Forum Akademisi Luar Biasa itu, mengatakan adanya kasus pemotongan bonus yang dilakukan oknum organisasi terhadap salah satu atlet asian para games 2018, menjadi bukti lemahnya pemerintah dalam menegakan hukum.

“Karenanya kita menuntut pemerintah untuk membentuk komisi disabilitas nasional, untuk menjamin terlaksananya aturan hukum yang berkaitan dengan penyandang disabilitas,” lanjut Rianto.

Peserta aksi lainya, Farid Surdin dari Forum Atlet Paralympic Jabar mengatakan, adanya persoalan yang menyangkut pemotongan bonus terhadap salah satu atlet, cukup ironi.

“Pada debat capres-cawapres sesi pertama, Joko Widodo bilang ada kesetaraan bonus antara atlet disabilitas dengan atlet normal. Ini cukup membanggakan, tapi sayangnya presiden absen memperhatikan adanya oknum yang melakukan pemotongan bonus yang dialami kawan kita,” kata Farid.

Farid menegaskan, pasangan capres cawapres nomor 02 juga dinilai belum serius untuk menyejahterakan kaum di stabilitas.

“Pasangan Prabowo-Sandi juga hanya membahas tentang sisi positif kaum skalabilitas yang sukses punya usaha, tapi sama sekali tidak membahas wacana perlindungan dan penegakan HAM untuk kaum stabilitas itu sendiri,” pungkasnya.***(TRH/BandungKita)

Comment