by

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Baterai Tower Jaringan Seluler di Garut

BandungKita.id, GARUT – Pelaku spesialis pencurian baterai tower ditangkap Polsek Karangpawitan. Para pelaku pencurian tertangkap basah saat melakukan aksinya di Kampung Jati, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar, menuturkan petugas yang tengah melakukan patroli mencurigai mobil yang terparkir di sekitar tower. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan empat pelaku tengah membongkar baterai tower.

“Satu pelaku atas nama Yanto (35) gugup saat ditanya petugas. Ia sedang menunggu di mobil. Saat ditanya, ia sedang menunggu temannya yang mengambil baterai tower,” ujar Oon di Mapolsek Karangpawitan, Kamis (21/2/2019).

Saat akan ditangkap, dua pelaku melarikan diri. Sedangkan satu pelaku atas nama Herdiana (24), bisa diamankan. Pelaku tak berkutik setelah petugas menunggu di bawah tower. Pelaku pasrah saat mengetahui petugas sudah bersiap menangkapnya.

Padahal saat itu, pelaku sedang asyik membongkar baterai tower. Dua pelaku yang melarikan diri atas nama Ajid (25) dan R (16) diamankan di rumahnya di kawasan Cilawu. Petugas pun mengamankan satu orang yang menjual baterai atas nama RB (17).

Para pelaku, tuturnya, masih memiliki hubungan saudara. Aksi pencurian sudah dilakukan sejak Desember 2018. Total sudah lebih dari 50 baterai tower yang dicuri.

“Jadi masih saling bersaudara. Ngajak saudaranya untuk ikut mencuri. Sampai yang masih di bawah umur juga diajak,” katanya.

Bukan hanya di Karangpawitan, para pelaku sudah mencuri di lebih dari 10 lokasi. Yakni di Kecamatan Tarogong Kaler, Bayongbong, Garut Kota, dan Kadungora.

“Satu pelaku kami limpahkan ke Polsek Tarogong Kaler karena juga melakukan aksinya di sana,” ujarnya.

Herdiana, salah seorang pelaku menyebut melakukan aksi pencurian baterai setelah diajak oleh temannya di Bandung. Ia yang berprofesi sebagai sopir angkot memilih mencuri karena dipecat menjadi sopir.

Ia lalu mengajak saudaranya untuk ikut mencuri. Baterai tower itu lantas dijualnya ke pengepul di Bekasi. Per kilonya dihargai Rp 12 ribu.

“Setiap jual baterai, per orang itu dapat Rp 500 ribu sampai Rp 1,2 juta. Setiap melakukan aksi biasanya tiga sampai lima orang, saya gelap mata pak saya menyesal,” katanya.

Pencurian dilakukan pada malam hari. Butuh waktu 30 menit sampai 1 jam untuk membobol baterai tower. Menurutnya, baterai tersebut banyak dicari. Namun ia tak tahu kegunaan baterai tersebut sehingga banyak dicari orang. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisya

Comment