oleh

Soal Truk Sampah Terguling di Padalarang, Ini Tanggapan PD Kebersihan Kota Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Diduga kelebihan muatan, truk bermuatan sampah terguling di bundaran Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (23/2/2019) lalu. Truk bernopol A 8360 W tersebut datang dari arah Bandung menuju TPA Sarimukti, Cipatat, KBB.

Beruntung sang sopir Nana (25) selamat dan tidak mengalami luka berat. Nana mengatakan truk diduga kelebihan muatan dan sudah miring ke kiri sejak melaju di Tol Pasteur.

Saat melaju di Bundaran Kota Baru, truk terguling ke arah kiri. “Ini kelebihan muatan, dari Tol Pasteur truk emang udah miring ke kiri, pas muter di Kota Baru truk terguling,” katanya.

Nana menuturkan, truk tersebut milik pihak swasta yang dirental PD kebersihan. Ia mengakui saat ini pihaknya tengah kesulitan dalam mengangkut sampah-sampah di Kota Bandung.

Meski jumlah armada berjumlah banyak, kata Nana, pihak PD Kebersihan tidak mengoperasikan seluruhnya. Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasional (DTO) Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung, Iwan Setiawan, menampik truk tersebut terguling karena kelebihan beban atau over load.

Truk dengan daya tampung 12,5 M3 atau setara kurang lebih 5-6 ton itu terguling lantaran mengalami kempes disalah satu roda hingga menyebabkan ketidakseimbangan. “Kendaraan waktu itu memang si ban nya lagi kempes yah, nah truk paksakan jalan pas di belokan KBP itu terguling, karena adanya ketidam seimbangan saat memutar kembali stir,” kata Iwan saat ditemui Bandungkita diruangannya, Jalan Surapati nomor 126, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Iwan juga menjelaskan berstatus sewa lepas dari pihak ketiga, sehingga pengecekan kendaraan, kelayakan sopir merupakan tanggung jawab perusaahn tersebut. “(Truk itu) Milik rental, tanggung jawab jika ada kelalaian ya ada pihak mereka, karena kita kan udah sewa lepas,” papar Iwan.

Pihaknya, kata Iwan, membayar sewa truk sejumlah Rp 708 ribu per ritasi per bulannya. “Jadi kita sewa truk, termasuk sopir nya dan kita bayar untuk ukuran truk itu kira-kira Rp 708 Ribu satu kali rit, nah soal sopir di bayar bberapa beli bensin berapa, pengecekan kendaraan bagaimana itu domainnya pihak ketiga,” kata Iwan

Dirinya mengatakan, sudah menegur pihak ketiga tersebut agar lebih disiplin dalam menjalankan pekerjaan. Terutama kaitanya dengan keselamatan.

“Kemarin juga sudah di tegur sama kita secara langsung ke mereka, tolong (jangan sampai kejadian lagi), bahkan sopirnya juga mungkin bisa dipecat kalau kejadian lagi mah” lanjut Iwan.

Truk sampah terguling, kata Iwan, juga pernah terulang dengan status truk sewa lepas. “Kalau milik PD Kebersihan juga punya truk sampah, itu sebanyak 73 dan semuanya aman, layak jalan, karena kita punya tim bengkel,” katanya.

Terkait jumlah truk, Iwan mengatakan terdapat 73 truk milik PD Kebersihan, ada juga 49 unit truk berstatus sewa lepas, serta 44 truk berstatus sewa kendaraan. Total PD kebersihan memilki armada pengangkut sampah sebanyak 166 unit.

Skema pembiayaan dari tiga status truk tersebut berbeda beda. Untuk truk yang status nya milik PD Kebersihan dan sewa kendaraan, keseluruhan biaya per satu kali ritasi yakni biaya ritasi Rp 40 ribu. BBM rata-rata 35-40 liter solar, dan biaya tol rata-rata Rp 36 ribu, ditambah gaji bulanan sopir.

“Rata rata, dari 1 truk itu ritasinya rata-rata 2 kali pengangkutan, adapun total timbulan sampah di Kota Bandung antara 1.200 -1.300 ton perhari, dan armada truk itu sebenarnya masih kurang,” Ujar Iwan.

Baca juga: Kelebihan Muatan, Truk Sampah Terguling di Padalarang Bandung Barat

Pada tahun 2013 sebut Iwan, Kota Bandung pernah membutuhkan 174 unit truk pengangkut sampah. Angka tersebut dipastikan meningkat, seiring volume sampah yang dipastikan terus bertambah.

Iwan mengimbau penanganan sampah di Kota Bandung perlu dilakukan secara bersama-sama baik pemerintah maupun masyarakat. Karena sampah merupakan persoalan bersama.

“Selain pengangkutan kita juga mengimbau masyrakat untuk menjalankan program Kurangi Pisahkan Manfaatkan sampah (Kangpisman) dan ada juga Bank Sampah resik yang nasabahnya mencapai kini 3.000 orang,” pungkasnya. (Tito Rahmatulloh/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar