oleh

Liga Desa Bisa Lahirkan Pesepakbola Profesional

BandungKita.id, GARUT – Bergulirnya kejuaraan Liga Desa yang digelar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut dan Asosiasi Kabupaten (Askab), banyak memunculkan potensi baru.

Hal tersebut diungkapkan, Manajer Persigar, Dadang Johar Arifin saat ditemui wartawan, Minggu (4/3/2019). Dadang mengatakan situasi itu dinilai akan memudahkan pembinaan Persigar untuk merekrut bibit-bibit anyar dalam mengarungi Liga 3 mendatang.

“Sebagian pemain muda memiliki potensi untuk jadi pemain besar, termasuk bagi Persigar. Namun ternyata ada beberapa pemain, diantaranya kiper Leles itu yang memang bermain sangat bagus sudah dikontrak sama Persiraja Aceh. Nah, mungkin kedepan kita akan lihat lagi para potensi pemain di Garut, termasuk yang berlaga di Liga Desa ini. Persigar sudah ada pemain, tapi untuk menambah daya gedor kita akan mengadakan seleksi kedepan,” kata Dadang.

Sebelum mengadakan seleksi, Dadang berharap, pemerintah daerah bisa memberi bantuan untuk pengembangan Persigar. Menurutnya, selama ini bantuan terhadap persepakbolaan di Garut, khususnya Persigar masih minim.

“Pada Liga 3 yang lalu saja untuk Persigar dari uang pribadi saya, kita ingin Pemda ada bantuan. Apalagi sebentar lagi akan ada Instruksi Presiden terkait sepakbola ini, mudah-mudahan iru menjadi jalan dan pembuka bagi semua termasuk Pemda dalm membantu Sepakbola,” pungkasnya.

Sementara itu, Liga Desa yang digelar di Lapang Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul pun telah dijuarai Tim Sepakbola Desa Leles. Meski bermain dengan sepuluh pemain, Desa Leles sabet gelar juara setelah berhasil mengalahkan tim Kelurahan Pataruman dengan skor 1 – 2.

Ketua PSSI Garut, Amirudin Latif berharap kegiatan Liga Desa bisa melahirkan pesepakbola profesional. “Liga Desa ini menjadi sarana bagi kami untuk mencari bibit pemain di Garut. Dan ternyata mereka bermain sangat bagus, dan beberapa pemain saya kira layak bermain di klub dan pertandingan profesional,” kata Ketua PSSI, Amirudin Latif, kepada wartawan usai pertandingan selesai. (M Nur el Badhi)

Editor: Dian Aisyah

Komentar