oleh

RSHS Tampik Tudingan Pemulangan Sunarti Karena Habis Kuota BPJS

BandungKita.id, BANDUNG – Sunarti, gadis penderita obesitas asal Karawang, Jawa Barat, telah meninggal dunia pada Sabtu (2/3/2019) lalu. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Klari, Asep Suhenda menilai kepulangan Sunarti disebabkan habisnya kuota BPJS yang disediakan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Namun pihak RSHS menampik tudingan tersebut, dan mengklaim bahwa pihaknya memulangkan Sunarti karena kondisinya yang mulai membaik. Dokter juga sempat melakukan operasi biriatrik dan mengangkat sensor lapar pada tubuh Sunarti.

“Karena pertimbangan pasien baik, kondisinya stabil (pasca operasi) keluarga juga dirasa cukup mengerti mengenai apa yang harus dilakukan dirumah, jadi pasien kami dipulangkan pada satu Maret lalu,” ungkap Dokter penanggung jawab perawatan Sunarti, Ervita Ritonga.

“Jadi (Sunarti dipulangkan) Bukan (karena kuota BPJS habis), sama sekali bukan,” imbuhnya.

Bahkan, kata Ervita, dirinya juga sempat bertanya pada suami Sunarti, terkait keluhan yang mungkin dirasakan Sunarti pasca pemulangan.

Suami Sunarti mengatakan, bahwa istrinya sama sekali tidak merasakan keluhan apapun. Meski memang pihak RSHS belum bertanya lebih detail pada pihak keluarga.

“Terus terang saya belum ngobrol lebih lanjut dengan keluarga, yang pada saat itu ada diperjalanan (mengantar pulang Sunarti). Saya hanya menanyakan kepada suaminya, bagaimana apakah dari sejak pulang kerumah ada keluhan, kata suaminya tidak ada,” tutur Ervita.

Baca juga: Sunarti, Gadis Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia

Ervita juga sempat bertemu pasien beberapa saat sebelum diantarkan menggunakan ambulans. Pasien juga tidak meraskan keluhan apapun. “Tidak ada keluhan, gak ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Dirinya juga mengakui sudah berpesan, agar pihak keluarga melakukan perawatan dan memberi makanan secara khusus pada Sunarti pasca menjalani operasi bariatric.

“Kita sampaikan, pertama tentang asupan makan, kan bariatric surgery itu membutuhkan asupan makan yang sangat berbeda, dua minggu pertama harus makan cair dulu kemudian minggu ketiga boleh makan yang lunak, tapi itu juga dengan jumlah yang tidak berlebihan, cuma sedikit boleh makannya,” papar Ervita

Selain itu, Ervita juga berpesan, bila ada keluhan seperti sesak nafas kemudian nyeri dada. Pasien harus dibawa ke RS terdekat.

Dokter yang mengoperasi Sunarti, Reno Budiman mengatakan bahwa operasi Bariatric belum didanai BPJS. Padahal di negara seperti Amerika operasi tersebut sudah didanai negara.

“(Belum didanai BPJS) karena mungkin masih ada anggapan (Bariatric) hanya bedah kosmetik saja, supaya kurus. Padahal untuk memperbaiki metabolisme pasien juga, yang efek nya adalah penyakit yang berkaitan dengan obesitas juga akan mereda,” kata Reno.

Sunarti diketahui dipulangkan ke kediamannya, Perumahan Terangsari, Blok E9, Kecamatan Klari, Karawang pada Jumat (1/3/2019). Namun keesokannya pada Sabtu sekira pukul 14.00 WIB, Sabtu (1/3/2019) Sunarti meninggal dunia. (Tito Rohmatulloh)

Editor: Dian Aisyah

Komentar