by

Hiswana Migas: Selama Bulan Puasa, Pasokan Elpiji 3 Kg di Garut Sebanyak 1,6 Juta Tabung

BandungKita.id, GARUT – Stok gas subsidi 3 kilogram ditambah menjadi 314 ribu dalam satu bulan selama Ramadhan hingga Lebaran. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) memastikan tidak akan terjadi kelangkaan atau kesulitan mendapatkan gas pada bulan puasa.

“Pertamina di bulan Ramadan ada penambahan jadi 314 ribu atau menjadi 1.614.000 tabung per bulan,” kata Humas Hiswana migas Kabupaten Garut, Evi Alvian, Senin (6/5/2019).

Sebelumnya lanjut Evi, pasokan gas subsidi untuk Garut sebanyak 1.300.000 tabung per bulan, kemudian ditambah 314 ribu untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat yang diprediksi terjadi peningkatan saat Ramadan.

Menurutnya, kebutuhan gas subsidi untuk masyarakat Garut setiap harinya sebanyak 52 ribuan tabung, dengan adanya penambahan ini akan tersedia 64 ribuan tabung setiap harinya.

Evi menyebutkan, stok gas yang disediakan itu sudah cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Garut, terutama bagi masyarakat miskin yang masuk kategori mendapatkan gas bersubsidi.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman Deklarasikan Baso Aci Punya Garut, Diharapkan Jadi Even Tahunan

 

Kisah Erwin, Bocah Kelas 2 SD yang Terpaksa Berjualan Baso Tahu

 

Pihaknya berharap, pegawai pemerintahan atau berstatus PNS dan golongan masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan gas subsidi agar stok yang tersedia di lapangan tetap terjaga untuk kebutuhan masyarakat miskin.

“Untuk ASN dan golongan yang mampu jangan beli gas subsidi, kasihan dengan rakyat kecil, tapi harus beralih ke nonsubsidi,” katanya.

Evi melanjutkan, Harga Eceran Tetap (HET) gas subsidi Rp 16 ribu dari pangkalan, jika ada yang menjual lebih dari itu masyarakat berhak melaporkannya ke Pertamina.

Pangkalan yang menjual gas subsidi tidak sesuai aturan, kata dia, akan diberi sanksi administrasi, termasuk sanksi pengurangan pasokan gas.

“Kalau ada yang menjual lebih dari HET laporkan ke Pertamina, nanti akan diberi sanksi administrasi, pengurangan stok gas hingga pemutusan kerjasama usaha,” pungkasnya. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment