oleh

Woow! Gadis 5 Tahun Ini Sudah Hafal 4 Juz dan 100 Hadits, Begini Cara Menghafalnya

BandungKita.id, SOSOK – Usianya baru lima tahun. Ia juga belum bersekolah. Namun, Aisyah Muwahhidah Mukarrom, nama gadis kecil itu sudah hafal empat juz Alquran (Juz 30, 29, 28, dan 27) serta hafal 40 hadist Arbai’in dan 60 hadis pendek tentang rukun Islam, rukun iman, ihsan, tentang pahala puasa Ramadhan, tentang pahala salat tarawih, dan masih banyak lainnya.

Uniknya, cara berlatih hafalannya pun cukup ‘santai’. Aisyah menghafal saat sedang bermain, saat berjalan-jalan di taman, atau saat menemani sang ibu.

“Sejak usia dua tahun di mana pun dan saat apa pun saya ajak dia muroja’ah (mengulang kembali hafalan Alquran). Kalau surat-surat pendek bisa hafal satu hari. Kalau surat-surat panjang, bisa hafal 5-10 ayat sudah bagus,” kata Ustazah Kholishotul Qolbiyyah, ibu Aisyah sekaligus pendiri Rumah Tahfizh Daarul Huffazh Surabaya seperti dikutip dari kumparan.

Muroja’ah memegang peranan penting dalam kelancaran menghafal Alquran. “Rasulullah bersabda, menghafal Alquran tanpa muroja’ah bagai kuda yang tidak diikat talinya, bisa mudah sekali terlepas,” kata Kholishotul.

BACA JUGA :

Membaca Alquran di Mushaf atau Ponsel, Mana Lebih Utama?

 

Subhanallah, Bocah 7 Tahun Asal Inggris Ini Sudah Hafiz Alquran

 

Adapun cara menghafal Alquran yang paling efektif untuk balita dengan cara memperdengarkan bacaan langsung bukan dengan membacanya.

“Ada tiga tahap belajar Alquran yaitu membaca, menghafal, dan mengkaji Alquran. Untuk anak-anak di bawah lima tahun karena ada yang belum bisa membaca, maka langsung menghafal. Nanti di usia 5 tahun mulai belajar membaca dengan hafalan yang sudah mantap, jadi lebih cepat belajarnya,” tutur Kholishotul.

Anak-anak yang langsung mendengar bacaan Alquran akan lebih tepat dalam mengucapkan bunyi huruf dan bisa membedakan kadar panjang-pendek bacaan.

Selain itu, saat menghafal ayat-ayat Alquran juga bisa “dilagukan” agar anak mudah menghafalnya. Dalam hadis dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Alquran, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Abu Daud 1469, Ahmad 1512 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Adapun 7 jenis alunan yang dianjurkan untuk dipakai untuk melagukan ayat-ayat Alquran di antaranya Bayyati, Shoba, Nahawand, Hijaz, Rost, Sika dan Jiharka. “Harapannya dengan memperindah bacaan bisa menggetarkan hati yang mendengarkan,” kata Ustazah Kholishotul. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar