oleh

Kisah Andi, Koki Restoran Terkenal yang Nyambi Jadi Cosplay Mak Lampir

BandungKita.id, BANDUNG – Seorang pria bernama Andi (31) bekerja sampingan sebagai costum player (Cosplay) Mak Lampir. Padahal, pekerjaan utama Andi adalah seorang koki di salah satu restoran terkenal di Jalan Dipatiukur Kota Bandung.

Andi memilih pekerjaan sampingan tersebut bukan tanpa alasan. Disela-sela kesibukannya sebagai juru masak yang dirasa sangat serius, menjadi cosplayer bagi Andi adalah cara tepat melepas penat.

Pengunjung mengambil gambar saat berinteraksi dengan seniman cosplay di kawasan Wisata Mistik, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (6/7/2019). (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

“Saya mah sampingan, ya seneng aja gitu hibur orang terus dapet duit. Ya bagi-bagi waktu aja kan jadi koki mah ada shiftnya,” kata Andi saat ditemui BandungKita.id di salah satu sudut jalan Asia-Afrika yang kerap dijuluki kawasan wisata mistik.

BACA JUGA :

Ini 9 Tempat Wisata di Bandung Raya Rekomendasi BandungKita.id yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Lebaran

 

Suka Wisata Alam di Bandung Raya? Yuk Gabung Komunitas Unik Ini

 

Menjadi koki sekaligus menjadi “hantu” Andi jalani setiap hari sejak enam bulan terkahir. Awal mula Andi bekerja sebagai Cosplayer mengikuti jejak anaknya yang lebih dulu menggemari pekerjaan tersebut.

“Saya, kerja ini kalau weekday dari sore jam tiga sampai jam 12, kalau weekend dari pagi jam sembilan sampai malam,” kata Andi.

Pengunjung mengambil gambar saat berinteraksi dengan seniman cosplay di kawasan Wisata Mistik, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (6/7/2019). (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Andi merasa terkesan dengan sensasi berbeda menjalani pekerjaan yang asing dilakukan kebayakan orang itu. Tak jarang Andi terkena sedikit respon kurang menyenangkan saat ia berkostum hantu serba hijau tersebut.

“Awal-awal sih malu, ke sini-ke sini mah biasa. Kadang-kadang kalau pas nakut-nakutin orang, ada yang reflek mukul pakai botol air mineral, tapi enggak apa-apa, seru,” kata Pria asal Kecamatan Regol tersebut sambil tertawa. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar