by

Aksi di Depan Gedung DPRD Kota Bandung Berujung Bentrok, 1 Orang Terluka

BandungKuta.id, BANDUNG – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa pada acara pelantikan 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung periode 2019-2024, menelan satu orang korban luka bernama Tyas Aziz Arivin.

Tyas mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Ia diduga menjadi korban oknum aparat saat mengamankan aksi di depan Gedung DPRD Kota Bandung, di Jalan Sukabumi, (5/8/2019).

Pantauan di lokasi, sekira pukul 01.09 WIB masa aksi bermaksud menyampaikan rasa kecewa kepada seluruh anggota dewan dengan cara melemparkan telur ke gedung DPRD Kota Bandung.

Baca juga:

Pelantikan DPRD Kota Bandung Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

 

Setelah telur dilemparkan, aparat maju untuk membubarkan massa. Disaat itulah, bentrok antar mahasiswa dan Polisi tak terhindarkan. Meski begitu, Tyas sempat dibawa aparat menuju gedung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar-PB) Kota Bandung.

Sekira pukul 01.32 WIB kemudian, Tyas keluar dari Kantor Diskar PB dengan luka yang sudah diobati dan kembali bergabung dengan masa aksi sebelum akhirnya membubarkan diri.

 

Korban luka, Tyas Aziz Arivin saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (5/8/2019).

 

Menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kota Bandung, Irma Zahrotunnisa, Tyas merupakan anggotanya yang sekarang menjabat sebagai sekretaris (Sekum). Menurut Irma, Tyas saat ini telah dilarikan ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut.

“Kami dari Aliansi Cipayung mengutuk keras perlakuan represif oknum aparat kepolisian terhadap massa aksi,” ujar Irma.

Irma menjelaskan, korban Tyas bermaksud ingin melerai teman-temannya saat bentrokan itu terjadi. Namun nahas, Tyas malah menjadi korban pemukulan dari oknum aparat penegak hukum.

“Tyas (korban) kan tidak melakukan perlawanan terhadap kepolisian malah membantu ingin memisahkan bentrokan,” kata Irma.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Restu Sauqi

Comment