oleh

Pajang Iklan Kontroversi, Rabbani Kena Kritik Pedas

BandungKita.id, BANDUNG – Perusahaan busana ternama di Indonesia, Rabbani akhir-akhir ini menjadi buah bibir masyarakat serta netizen. Pasalnya, perusahaan busana muslim yang bermarkas di Bandung tersebut membuat konten iklan yang cukup kontroversial.

Rabbani memasang sejumlah billboard bertuliskan “Korban tu ga wajib yg wajib tu BERHIJAB.” Selain memuat slogan tersebut, perusahaan yang berdiri sejak 20 tahun silam itu memajang gambar kambing memakai hijab.

Hal itu memancing komentar dari sejumlah netizen. Salah satunya, akun Facebook bernama Shanti, mengatakan iklan tersebut keliru. “Kurban itu wajib hukumnya bagi yang mampu, iklan ini benar-benar salah,” tulisnya.

Akun Facebook lainnya, Abdul Azis Hilala. Ia menyindir cukup tajam terkait billboard tersebut. Menurutnya, jika mencermati gambar tersebut ia punya kesimpulan bahwa jilbab Rabbani cocok dipakai kambing.

“Dalam masalah ini saya ambil kesimpulan jilbab Rabbani cocok bagi kambing yang makai,” tulisnya.

Baca juga:

Agar Paham Tugas dan Wewenang, Wakil Wali Kota Bandung Minta Anggota DPRD Baru Baca UU MD3

 

Terkait hal tersebut, General Manager Marketing Rabbani, Ridwanul Karim menyebut pihaknya telah melakukan dialog bersama sejumlah ahli agama sebelum memutuskan iklan tersebut.

“Kami sudah konsultasikan terlebih dahulu bersama para Ustad ternama bahwa memang kurban itu tidak wajib tapi sunat, yang diutamakan makanya kita angkat itu,” ujar Ridwan saat ditemui di kantornya, Jalan Citarum Kota Bandung, Senin (5/8/2019).

Rabbani, lanjut Ridwan, adalah perusahaan busana muslim yang memproduksi kerudung, dan menurutnya kerudung itulah salah satu kewajiban yang perlu dipakai oleh setiap muslimah, sehingga akhirnya iklan tersebut muncul.

“Terkait gambar kambing yang mengenakan kerudung sebetulnya kami itu secara semiotika visual ingin menyampaikan bahwa kambing saja yang merupakan hewan, itu berkerudung, masa manusia perempuan muslim tidak menggunakan kerudung, itu sebenarnya pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Meski begitu pihaknya meminta maaf kepada publik lantaran dinilai sudah menimbulkan kegaduhan.

“Kami mendapat instruksi dari pemerintah, dari Satpol PP, maupun Polrestabes Bandung untuk mengganti konten iklan tersebut. Mulai hari ini, penggantian tersebut dalam proses,” ujarnya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar