by

Bilic Kecam TCT Bandung Karena Unggah Video Berisi Perundungan Terhadap Penyandang Disabilitas

Bandungkita.id, BANDUNG – Direktur organisasi advokasi penyandang disabilitas, Bandung Independent Living Centre (Bilic), Yuyun Yunungsing mengecam tindakan akun Instagram komunitas relawan sosial dan kemanusiaan, Tim Cepat Tanggap (TCT) Bandung, @tct_bandung.

Pasalnya, akun tersebut memposting video yang diduga bernada perundungan atau bullying terhadap penyandang disabilitas down syndrome.

Yuyun menilai, akun tersebut melukai perasaan penyandang disabilitas, sekaligus mencoreng citra Kota Bandung yang tengah berupaya menuju Kota Ramah Disabilitas.

“Kami dari Bilic, mengecam keras tindakan yang dilakukan akun Instagram, @tct_bandung pada tanggal 22 Agustus 2019, yang mengupload video perlakuan mempermainkan anak dengan disabilitas down syndrome dan dipublikasikan kepada 22,8 ribu followers, yang telah dilihat sekitar 3.900 tayangan yang kemudian ini di repost juga oleh akun @Bandungeveryday ini followernya 295 ribu dan telah tayang sebanyak 1.707 kali,” kata Yuyun saat dihubungi BandungKita, Jumat (23/8/2019).

Baca juga:

Pengamat Transportasi : Angkutan Umum di Kota Bandung Masih Sulit Diakses

 

Yuyun menegaskan, akibat postingan tersebut setidaknya lebih dari lima ribu akun melihat tayangan perlakukan bernada menghina terhadap penyandang disabilitas.

Menurutnya, jika merujuk peraturan, hal tersebut berpotensi melanggar Pasal 7 konvensi PBB.

“Pasal tersebut, kemudian di ratifikasi oleh negara Indonesia melalui undang-undang nomor 19 tahun 2011 tentang Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas,” tegas Yuyun.

Pegiat disabilitas yang sudah 15 tahun mengadvokasi hak-hak disabilitas tersebut juga menyebut tindakan yang dilakukan akun @tct_bandung berpotensi melanggar UU Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

Dalam pasal 5 UU tersebut, ditegaskan bahwa disabilitas berhak, salah satunya bebas dari stigma dan diskriminasi. “Maksud bebas dari stigma ini meliputi, bebas dari pelecehan, penghinaan, dan pelabelan negatif terhadap kondisi disabilitasnya,” ujar Yuyun.

Pertanyakan tagline Sosial Kemanusiaan

Akibat postingan tersebut, Yuyun meminta agar pihak TCT Bandung mengkaji ulang tag line organisasinya yang berkaitan dengan relawan kemanusiaan.

“Sementara, akun tersebut menyatakan Tagline sebagai akun relawan sosial dan kemanusiaan nampaknya akun itu perlu meninjau ulang selogannya karena dari perlakuan adminnya itu jelas tidak memanusiakan manusia,” tegas Yuyun.

Baca juga:

Dampak Blackout Listrik, Pedagang Pasar Di Kota Bandung Bangkar

 

Secara kelembagaan, Bilic meminta komunitas TCT Bandung meminta maaf secara terbuka terhadap publik sekaligus menyampaikan pesan edukasi bagaimana semestinya bersikap terhadap disabilitas.

“Kami sebagai lembaga yang juga giat mengedukasi terkait bagaimana memperlakukan disabilitas, terbuka kok kepada semua pihak yang ingin belajar bagaimana seharusnya memperlakukan para penyandang disabilitas itu,” ujar Yuyun.

Bila tak ada tanggapan, kata Yuyun, pihaknya berencana mencatat kejadian ini sebagai laporan pelanggaran HAM yang akan dilayangkan kepada PBB.

Tidak Ada Maksud Apapun

Dalam video yang diunggah akun @tct_bandung pada Kamis 22 Agustus 2019 tertulis caption, “Edisi Guyon di Sore Hari, Atos Ngaropi Ta Acan ??,” bunyi caption tersebut.

Unggahan tersebut dikomentari akun @bandungterkini, “Kang ni karunya dijadikeun guyon, :(,” bunyi komen tersebut. Tak lama, akun @tct_bandung membalas, “Karunya mah ka oray ta aya sampeanan, hehhe,” jawab akun @tct_bandung.

 

Jejak digital unggahan akun @tct_bandung yang diduga bernada perundungan kepada penyandang disabilitas

 

Dihubungi terpisah Ketua TCT Bandung, Ferdy Ligaswara mengaku belum tahu apapun terkait unggahan video tersebut. “Saya belum monitor ini, belum bisa berkomentar, nanti saya tanyakan dulu yah,” kata Ferdy melalui telefon.

Baca juga:

Pelantikan DPRD Kota Bandung Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

 

Ferdy meminta agar Bandungkita.id menghubungi humas TCT Bandung, Arbi Alfarizi. Namun, saat dihubungi melalui pesan Whatsaap, Arbi pun tak memberikan konfirmasi.

Tak lama kemudian, Sekretaris TCT Bandung, Rizki menghubungi reporter Bandungkita.id dan menyatakan bahwa video tersebut bukan pertama kali diunggah akun @tct_bandung. Selain itu ia menjelaskan bahwa tak ada maksud menghina atau melecehkan penyandang disabilitas.

“Kita juga tidak ada maksud apapun, Itu (video) sudah ada di mana-mana dan sudah banyak, sebetulnya bukan TCT yang pertama posting,” kata Rizki melalui sambungan telefon.

Saat berita ini di muat, unggahan video tersebut sudah tak terdapat di akun @tct_bandung.***(Tito Rohmatulloh/Bandungkita.id)

Editor: Restu Sauqi

Comment